Relawan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pengemasan bantuan logistik yang akan dikirimkan ke Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) USK di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Desember 2025, di salah satu titik pengumpulan logistik di Banda Aceh. Bantuan ini dihimpun
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan peran aktifnya dalam aksi kemanusiaan dan perlindungan sosial dengan memberikan beasiswa penuh serta pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tamat kuliah kepada salah satu mahasiswi yang menjadi korban parah bencana di Aceh Tamiang. Uluran tangan ini diberikan kepada Lisma Afriana, mahasiswi semester tujuh Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan
Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memberangkatkan relawan melalui Program PKM Sahabat Senyar, memperkuat misi respons kemanusiaan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Keberangkatan rombongan baru ini dilepas langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., yang mengapresiasi kesiapan para relawan dalam melanjutkan pendampingan bagi masyarakat terdampak bencana.
Di antara bisingnya air keran dan denting wajan, sebuah kalimat meluncur pelan, penuh ketulusan, dari balik cadar Susi Khairiati. “Kami belum bisa membantu dengan uang, yang ada tenaga.” Tangan mahasiswi asal Aceh Selatan itu telaten, cekatan. Bersama beberapa temannya, Susi meriung di tempat pencucian, memastikan setiap potongan ayam yang akan dimasak tidak hanya bersih, namun
Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar aksi solidaritas kemanusiaan dengan menggalang donasi untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh. Aksi ini melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh Himpunan Mahasiswa di lingkungan FKP USK. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKP USK, Prof.
Upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Aceh kembali mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Setelah koordinasi yang dilakukan Satgas USK bersama Pimpinan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), hari ini Perpusnas RI menyalurkan 250 judul buku bacaan, masing-masing satu eksemplar, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Satgas USK di lapangan. Proses koordinasi berlangsung sehari sebelumnya dengan