Sebanyak 37 mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) yang terdampak bencana banjir dan longsor menerima bantuan kemanusiaan dari Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan Indonesia (APSEPI) dengan total nilai sebesar Rp17.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung keberlanjutan studi mereka selama masa pemulihan pascabencana. Penyerahan bantuan
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat, berupa satu paket pompa air dan dukungan biaya operasional sanitasi, serta membuka dapur umum yang menyediakan 4.000 paket makan gratis bagi mahasiswa. Bantuan ini disalurkan melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh pada Senin, 15 Desember 2025. Bantuan dari ISEI Pusat
Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) akhirnya bisa mengakses Aceh Tamiang setelah akses menuju kabupaten tersebut terblokir berhari-hari sebelumnya. Akses ini dimanfaatkan untuk memantau kondisi lapangan serta melakukan pendistribusian bantuan awal kepada masyarakat terdampak yang berada di sana. Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, situasi di Aceh Tamiang masih memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meraih penghargaan sebagai badan publik informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Syawaluddin selaku Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan pada acara Anugerah dan Launching Indeks Keterbukaan Informasi Publik di Hotel Bidakara Jakarta (15 Desember 2025).
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan status akreditasi Unggul bagi Universitas Syiah Kuala (USK). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor: 3066/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XII/2025 tertanggal 11 Desember 2025. Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya status akreditasi Unggul tersebut. Sebelumnya, keterangan status Unggul USK sempat tidak tercantum pada laman direktori BAN-PT,
Tim Medis Satgas USK untuk Respon Senyar Aceh berhasil melakukan operasi caesar perdana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dalam kondisi yang belum kondusif pasca bencana. Dalam situasi yang masih kacau, 11 pasien obstetri datang hampir bersamaan. Lalu 10 di antaranya membutuhkan operasi caesar darurat. Sementara kala itu kondisi rumah sakit masih limbung,