Universitas Syiah Kuala mengirimkan sejumlah Tim Medisnya untuk melakukan berbagai layanan kesehatan di tiga kabupaten terdampak bencana yaitu Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Takengon. Tim Medis ini berangkat dari Gedung TDMRC USK. (Banda Aceh, 5 Desember 2025). Tim Medis USK ini berjumlah 25 orang, yang terdiri dari 3 Dokter Spesialis yaitu spesialis anestesi, psikiatri dan emergency
Di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, sebuah tenda berukuran 10 x 4 meter berdiri tegak, menjadi pusat pemulihan dan harapan di tengah bencana. Papan informasi yang penuh data, potongan gambar aksi, hingga kotak-kotak peralatan medis tersusun rapi di dalamnya, menciptakan nuansa kesiapan Posko Satgas Bencana Senyar Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu, 6
Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait “Kritis 10 mahasiswa KKN USK terjebak di Samarkilang, Bener Meriah” adalah tidak benar. Rektor USK Prof. Dr. Marwan menegaskan bahwa melalui verifikasi internal, USK memastikan bahwa saat ini tidak ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) USK yang sedang berlangsung, termasuk di wilayah
Universitas Syiah Kuala (USK) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang berlangsung secara luring pada 23–28 November 2025 di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk pertama kalinya, USK berhasil meraih medali perunggu pada kategori Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), sebuah capaian penting yang menegaskan pertumbuhan budaya
Tim FASTANA (Fasilitator Tangguh Bencana) TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Satgas USK terus melanjutkan aksi respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor akibat Badai Senyar. Kegiatan distribusi telah berlangsung sejak Selasa, 2 Desember, dan hingga kini masih terus berlanjut.Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, material lumpur menutupi lahan pertanian
Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak Badai Senyar di Aceh. Sejak hari pertama bencana melanda, tim Rumah Amal bergerak langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secepat mungkin. Bantuan tahap pertama telah berhasil disalurkan melalui distribusi logistik ke beberapa wilayah prioritas. Hingga hari ini