Universitas Syiah Kuala

Upaya kemanusiaan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membantu masyarakat terdampak Badai Senyar kembali diperkuat dengan pemberangkatan tim kedua relawan UKM Pecinta Alam (PA) Leuser USK. Pemberangkatan dilakukan pada Sabtu, 30 November 2025, menuju Posko Bireuen sebagai salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat terputusnya akses transportasi. Prof. Dr. Akhyar, S.T., M.P., M.Eng., selaku penanggung

Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat respons kemanusiaan di Aceh pasca-bencana hidrometeorologi. Hari ini, sebanyak 23 relawan yang terdiri dari mahasiswa dan alumni diberangkatkan sebagai Batch II menuju Kabupaten Pidie Jaya, menyusul 12 relawan pertama yang telah bertugas sejak tiga hari sebelumnya. Dengan keberangkatan ini, total relawan yang dikerahkan FKp USK mencapai

Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan komitmen kuat dalam respons bencana hidrometeorologi di Aceh dengan menyerahkan bantuan logistik dan dukungan akses informasi strategis kepada Universitas Syiah Kuala (USK). Serah terima bantuan ini berlangsung secara simbolis di ruang mini Rektor USK pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dan

Satuan Tugas (Satgas) Bencana Senyar Universitas Syiah Kuala (USK) mempercepat upaya penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Aceh dengan mendirikan posko kemanusiaan di halaman UGD RSUD Meureudu, Pidie Jaya, Minggu 30 November 2025. Pendirian posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi logistik dan relawan, menyusul temuan bahwa kondisi masyarakat di lapangan masih mendesak. Juru Bicara

Rumah Amal Masjid Jamik USK hari ini menyalurkan bantuan darurat tahap pertama untuk masyarakat terdampak Siklon Senyar di Kabupaten Pidie Jaya. Penyaluran ini dilakukan bersama TDMRC USK dan Satgas USK untuk Respon Senyar, sebagai lanjutan dari rangkaian aksi kemanusiaan Universitas Syiah Kuala. (Banda Aceh, 29 November 2025). Sehari sebelumnya, USK telah mengirimkan tim medis yang

Curah hujan yang terkait dengan gangguan tropis biasanya berkontribusi pada pengisian kembali sumber daya air di Asia Tenggara. Namun, pada akhir November 2025, perkembangan awal Siklon Tropis Senyar (34W) di Selat Malaka menghasilkan curah hujan yang jauh melampaui kapasitas penyerapan wilayah tersebut. Dalam kurun 24 jam, Aceh mengalami salah satu episode hujan paling intens dalam