Upaya penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana Senyar terus diperkuat. Sebanyak 8 unit Green Ultrafiltrasi ITB telah selesai dipasang di Kabupaten Pidie Jaya pada tiga titik strategis, yaitu di masjid, posko pengungsian, dan kediaman warga yang terdampak. (Pidie Jaya, 1 Desember 2025). Pemasangan ini menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan air bersih yang selama
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh resmi meluncurkan gerakan sosial bertajuk “Sedekah Buku Sahabat”, bekerja sama dengan tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “SAHABAT: Pendidikan Darurat, Kesiapsiagaan, Pendampingan Psikososial dan Logistik Bergizi bagi Anak”. Kegiatan ini berfokus untuk pemulihan anak yang mengalami kehilangan ruang belajar, rasa aman, dan keceriaan. Melalui
Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan kemanusiaan, untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Penyaluran ini merupakan cerminan nyata dari semangat gotong royong seluruh komponen USK. Aksi yang dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt., ini menjangkau dua desa terparah: Desa Sriwijaya (Kecamatan Kuala Simpang)
Tim Atma Ruang dari Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) berhasil meraih Juara II pada kompetisi nasional GBC IDEAS 2025 Sustainable Design Competition. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian GREENSHIP AWARD 2025 yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Tim yang terdiri dari Chintiya Tasliadi, Alif Rizki Sahna, dan
Universitas Syiah Kuala mengirimkan sejumlah Tim Medisnya untuk melakukan berbagai layanan kesehatan di tiga kabupaten terdampak bencana yaitu Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Takengon. Tim Medis ini berangkat dari Gedung TDMRC USK. (Banda Aceh, 5 Desember 2025). Tim Medis USK ini berjumlah 25 orang, yang terdiri dari 3 Dokter Spesialis yaitu spesialis anestesi, psikiatri dan emergency
Di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, sebuah tenda berukuran 10 x 4 meter berdiri tegak, menjadi pusat pemulihan dan harapan di tengah bencana. Papan informasi yang penuh data, potongan gambar aksi, hingga kotak-kotak peralatan medis tersusun rapi di dalamnya, menciptakan nuansa kesiapan Posko Satgas Bencana Senyar Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu, 6