Universitas Syiah Kuala

Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) akhirnya bisa mengakses Aceh Tamiang setelah akses menuju kabupaten tersebut terblokir berhari-hari sebelumnya. Akses ini dimanfaatkan untuk memantau kondisi lapangan serta melakukan pendistribusian bantuan awal kepada masyarakat terdampak yang berada di sana. Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, situasi di Aceh Tamiang masih memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meraih penghargaan sebagai badan publik informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Syawaluddin selaku Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan pada acara Anugerah dan Launching Indeks Keterbukaan Informasi Publik di Hotel Bidakara Jakarta (15 Desember 2025).

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan status akreditasi Unggul bagi Universitas Syiah Kuala (USK). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor: 3066/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XII/2025 tertanggal 11 Desember 2025. Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya status akreditasi Unggul tersebut. Sebelumnya, keterangan status Unggul USK sempat tidak tercantum pada laman direktori BAN-PT,

Tim Medis Satgas USK untuk Respon Senyar Aceh berhasil melakukan operasi caesar perdana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dalam kondisi yang belum kondusif pasca bencana. Dalam situasi yang masih kacau, 11 pasien obstetri datang hampir bersamaan. Lalu 10 di antaranya membutuhkan operasi caesar darurat. Sementara kala itu kondisi rumah sakit masih limbung,

Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) secara resmi mengalihkan seluruh dana kegiatan lustrum menjadi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh. Sebagai pengganti acara penutupan, panitia menyelenggarakan pembubaran panitia lustrum yang berlangsung secara sederhana di Laboratorium Lapangan (LLP) Rukoh Minggu, 14 Desember 2025. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas masukan dari para

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmen kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa, dengan menyalurkan bantuan kepada 70 mahasiswa yang terdampak parah oleh bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh. Penyaluran bantuan yang berisikan bahan kebutuhan pokok ini diserahkan langsung oleh Ketua DWP USK, Eti Indarti Marwan, di lingkungan kampus pada Jumat, 12