Universitas Syiah Kuala

Upaya penanganan darurat bencana di Aceh terus diperkuat melalui dukungan lintas sektor. Universitas Syiah Kuala (USK) menerima bantuan logistik kemanusiaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari dukungan nasional terhadap respons pascabencana di Aceh. Bantuan tahap awal, yang diterima pada Kamis (18/12/2025), dan bantuan tambahan berupa toren air pada Jumat (19/12/2025),

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satuan Tugas (Satgas) Respons Senyar Aceh bersama Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berhasil menyelesaikan pembersihan 91 sumur warga yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen sebagai bagian dari pemulihan akses air bersih pasca bencana hingga Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini merupakan langkah strategis USK dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan

Tim Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Bencana dari Universitas Syiah Kuala (USK) telah menuntaskan kegiatan Kaji Cepat (Asesmen) dampak banjir terhadap infrastruktur penting dan lingkungan fisik di Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini berlangsung Selasa, 16 Desember 2025, dengan tujuan utama menyusun profil dampak kerusakan yang akurat sebagai dasar penentuan prioritas penanganan pascabencana. “Kami ingin memastikan setiap keputusan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) tahun akademik 2025/2026. KKN Tematik USK tahun ini mengusung tema spesifik: Kebencanaan Siklon Tropis Senyar. Apresiasi ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, Senin 15 Desember 2025. Menurutnya, program ini memiliki relevansi

Sebanyak 37 mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) yang terdampak bencana banjir dan longsor menerima bantuan kemanusiaan dari Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan Indonesia (APSEPI) dengan total nilai sebesar Rp17.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung keberlanjutan studi mereka selama masa pemulihan pascabencana. Penyerahan bantuan

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat, berupa satu paket pompa air dan dukungan biaya operasional sanitasi, serta membuka dapur umum yang menyediakan 4.000 paket makan gratis bagi mahasiswa. Bantuan ini disalurkan melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh pada Senin, 15 Desember 2025. Bantuan dari ISEI Pusat