Universitas Syiah Kuala

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meluncurkan program double degree atau program gelar ganda bekerja sama dengan University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat. Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) USK akan mengikuti program double degree pada program Magister of Environmental and Natural Resource University of Rhode Island AS. Ketua Program Studi Magister

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HIMADIKWARA) FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Webinar Nasional, dengan tema “Membentuk jiwa Entrepreneur Muda yang Mandiri, Kreatif, dan Inovatif di Masa Pandemi”. Kegiatan ini dipandu oleh Suci Zahrah Salsabila, dengan pemateri utama, Dr. Indra Cahaya Uno yang merupakan abang kandung Sandiaga Uno. (Banda Aceh, Sabtu 4 September 2021) “Webinar ini

Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC terpilih sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala periode 2021 – 2025. Keputusan tersebut berdasarkan hasil pemilihan Dekan FT yang berlangsung di Aula Balai Keurukon FT USK. (Banda Aceh, 3 September 2021). Pada pemilihan tersebut, Alfiansyah berhasil meraih suara terbanyak yaitu 43 suara, sementara kandidat lainnya yaitu Dr. Ir. Rizal 

Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBEN), FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan conference chair Annual International Conference (AIC)-11 tahun 2021 bidang Social Sciences, pada acara Postgraduate Student Seminar Series. Webinar ini dilaksanakan secara virtual, Zoom, Selasa, 31 Agustus 2021. Strategi Menembus Prosiding dan Jurnal Bereputasi menjadi tema yang dibahas pada webinar ini. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK), melakukan ujian Penilaian Kinerja bagi Pegawai Non ASN, Selasa 31/08. Ujian tersebut diikuti oleh Pegawai Non ASN yang berjumlah  17 orang. Ujian penilaian kinerja ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di FH USK, dan merupakan salah satu Program Wakil Dekan II FH, Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum.

Kualitas nilam Aceh semakin diakui dunia menyusul terbukanya pangsa pasar ke Prancis. Pemerintah Indonesia pun melalui Bappenas dan UKM sudah menetapkan Aceh sebagai daerah pengembangan nilam. Terbukanya pangsa pasar Eropa ini sudah diawali beberapa tahun lalu melalui kerja sama yang melibatkan Universitas Syiah Kuala dengan sebuah perusahaan asal Prancis. Peluang ini pun coba ditangkap Pemkab