Tim USK Latih Kaum Ibu Mengolah Sampah Menjadi POC

Tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) melatih Sejumlah kaum ibu di Gampong Baet Masjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik cair (POC) dan briket sejak pekan lalu.

Tim dari Universitas Syiah Kuala yang memberi pelatihan, yaitu Dr Umi Fathanah ST, MT, Prof. Dr Ir Yunardi MA, Sc dan Dr Darwanis SE M.Si Ak. Mereka tergerak untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) kepada ibu-ibu di Desa Baet Mesjid.

Umi Fathanah menggatakan, rata rata sumber pencaharian masyarakat berasal dari aktivitas pertanian dan peternakan.  Dengan melihat aktivitas pertanian serta jumlah penduduk yang semakin bertambah, maka volume sampah yang dihasilkan masyarakat otomatis akan meningkat pula.

Saat ini permasalahan sampah yang kian hari terus bertambah hingga saat ini juga belum ditangani dengan baik. Penimbunan sampah dan pembakaran sampah organik maupun anorganik, sering menimbulkan persoalan sanitasi lingkungan dan sumber wabah penyakit.

Selain itu sampah dari sisa pertanian (dedaunan, ranting kayu, batok kelapa dan lainnya) sering dibakar sehingga menjadikan pencemaran lingkungan akibat asap yang ditimbulkan. Sehingga, sebagian besar ibu-ibu di Desa Baet berstatus ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga memiliki waktu kerja yang sangat fleksibel.

Sampah organik seperti ranting kayu, batok kelapa, dedaunan termasuk dalam biomassa dimana komponen utamanya adalah karbon (75%) dan lignin (25%). Sehingga biomassa ini sangat potensial dijadikan briket sebagai sumber energi alternatif. 

Sedangkan sampah sisa limbah rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, buah, kulit telur dan lainnya dan    lain-lain  bisa  diolah menjadi   pupuk   organik   cair (POC).  Selain  mudah  terdekomposisi,  bahan ini   juga   kaya akan hara   yang   dibutuhkan tanaman.

Kegiatan pengabdian PKMBP dengan mengolah sampah menjadi briket dan POC dilaksanakan dengan teknologi sederhana.

Briket dan POC dapat dibuat sendiri oleh para ibu rumah tangga, tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mendapatkannya dan dapat dilakukan di sela-sela rutinitas kegiatan sehari-harinya.

Briket dibuat dari arang hasil pembakaran sampah yang mengandung selulosa yang dicampur dengan perekat yang selanjutnya dicetak dan dikeringkan, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak dan gas.

Demikian pula halnya dengan POC sebagai alternatif pengganti pupuk sintetik dapat diolah dari sampah organik dengan bantuan aktivator EM-4. Menurut Ketua Pengabdi, Umi Fathanah, POC bersifat  slow release atau melepaskan kandungan hara secara perlahan sehingga sangat baik untuk tanaman serta struktur tanah.

Penggunaan POC juga akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi briket dan POC, maka kreatifitas dan kemandirian para rumah tangga diharapkan dapat menghasilkan briket sebagai sumber energi untuk bahan bakar alternatif serta pupuk untuk organik cair untuk mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan pupuk kimia.

Ketua Kelompok Ibu-ibu di Desa Baet, Sri, mengharapkan  kreatifitas mengubah sampah organik menjadi briket dan POC, dapat dijadikan home industry bagi para ibu rumah tangga, sehingga dapat menjadi income sehari-hari yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan pengabdian merupakan salah satu kewajiban bagi staf pengajar dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi.  Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial dari civitas akademika Universitas Syiah Kuala.

Leave a Reply