Universitas Syiah Kuala

USK dan UiTM Malaysia Perkuat Hilirisasi Perikanan Aceh melalui Pengembangan Fish Jelly Aceh

Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang, Malaysia, memperkuat upaya hilirisasi sektor perikanan Aceh melalui Program Community Development International Inbound bertajuk “Pengolahan Serba Ikan untuk Menghasilkan Produk Bernilai Tambah Ekonomi pada Koperasi Fish Jelly Aceh.” Banda Aceh. Mei 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperkuat kapasitas usaha masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi tepat guna dan kolaborasi internasional.

Aceh memiliki potensi perikanan yang besar dengan sumber daya laut yang melimpah. Namun, sebagian besar hasil perikanan masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diterima pelaku usaha relatif terbatas. Melalui program ini, USK dan UiTM mendorong pengembangan berbagai produk olahan ikan yang memiliki daya saing lebih tinggi, umur simpan lebih panjang, serta peluang pasar yang lebih luas.

Program tersebut diketuai oleh Dr. Sofia, S.Si., M.Sc., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., dan Ir. Cut Nilda, S.TP., M.Sc. Kegiatan ini melibatkan Koperasi Fish Jelly Aceh sebagai mitra utama dengan dukungan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian USK serta mahasiswa Fakulti Kejuruteraan Kimia UiTM Pulau Pinang.

Menurut Dr. Sofia, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha olahan ikan melalui pendekatan yang terintegrasi, mencakup penguatan teknologi produksi, penerapan standar mutu dan keamanan pangan, inovasi kemasan, pemasaran digital, serta penguatan manajemen usaha koperasi.

“Pengembangan produk olahan ikan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program, tim pengabdian menyerahkan mesin meat grinder dan mesin pengaduk abon kepada Koperasi Fish Jelly Aceh. Bantuan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memperkuat kapasitas usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar. Tim juga mendampingi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi guna mendukung penerapan standar mutu dan keamanan pangan yang lebih baik.

Selain itu, peserta memperoleh pelatihan desain kemasan, pemasaran digital, dan manajemen usaha. Melalui kegiatan ini, koperasi didorong untuk mengembangkan sistem usaha yang lebih profesional, mulai dari pengelolaan produksi dan keuangan hingga strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kolaborasi dengan UiTM Pulau Pinang turut menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi. Limbah sisik ikan diolah menjadi ekstrak kalsium, sementara limbah tulang, kepala, dan bagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan baku nutrisi tanaman dan pupuk organik ramah lingkungan. Inovasi ini mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mengurangi limbah hasil produksi.

Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, koperasi, dan mitra internasional, program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk perikanan Aceh, menciptakan peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring global.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Program Community Development International Inbound ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4318/B3/DT.03.08/2025 dan Nomor 491/UN11/HK.02.06/2025.