Inovasi “DarahTanyoe” dari Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi nasional Sandbox 2.0, kategori Hack4Health, yang diselenggarakan oleh IEEE ITB Student Branch. (Bandung, 12 April 2025). Tim ini terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi: Glenn Hakim (Informatika) sebagai ketua tim. Lalu Muhammad
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar pemutaran film dokumenter proses damai Aceh yang berjudul The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace in Aceh secara eksklusif di Universitas Syiah Kuala. Pemutaran Film yang disaksikan ratusan mahasiswa ini dilaksanakan di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK. (Banda Aceh, 11 April 2025). Film ini
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan meresmikan gedung Kansis (Peukan Mahasiswa) serta Entrepreneur Lounge, yang berada di lantai dua Gedung Flamboyan, Selasa, 8 April 2025. Kansis tersebut dimaksudkan sebagai tempat untuk display atau ruang menjajakan produk entrepreneur garapan mahasiswa, alumni hingga mitra USK. Sedangkan Entrepreneur Lounge yang terbagi dua ruang berfungsi sebagai
Universitas Syiah Kuala (USK) dan Indonesia Airline (IA) menjajaki kerjasama khususnya dalam pengembangan produk inovasi dari minyak nilam. Hal ini mengemuka dalam silaturahmi antara Rektor USK Prof. Marwan dengan CEO dari IA, Rabu, 2 April 2025 di Rumah Dinas Rektor USK Kopelma Darussalam. Dalam pertemuan tersebut Rektor Marwan didampingi oleh Ketua MWA Safrizal, WR4 Prof.
Universitas Syiah Kuala (USK) mengumumkan pembukaan tujuh program studi (prodi) terbaru, yang akan dimulai pada semester ganjil ini, tahun 2025. “Tujuh prodi atau jurusan baru di USK hadir untuk menjawab kebutuhan zaman. Calon mahasiswa baru USK layak mempertimbangkan program studi ini,” kata Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan. Ia mengungkapkan, tujuh prodi anyar ini, terdiri
Pasca ditetapkannya Aceh sebagai salah satu dari 15 wilayah prioritas untuk pengembangan ekonomi kreatif nasional, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan mengusulkan agar Aceh segera membentuk kelembagaan yang fokus mengelola Ekonomi Kreatif di Aceh. Usulan ini mengemuka pada diskusi terbatas dengan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif, Rian Syaf, BBA. MCom di Kampus