Satuan Tugas (Satgas) Respons Senyar Universitas Syiah Kuala (USK) mengumumkan peta sebaran posko dan dapur umum yang telah dibentuk secara strategis untuk mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah Aceh. Kantor pusat Satgas USK, yang diaktifkan sejak 28 November 2025 di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Banda Aceh, berfungsi sebagai titik koordinasi utama
Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) untuk Respons Senyar menerima bantuan logistik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap penanganan darurat bencana di Aceh pasca Siklon Tropis Senyar. Bantuan tersebut diserahkan melalui koordinasi bersama TNI Angkatan Darat, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda. Proses serah terima didokumentasikan
Satgas Bencana Universitas Syiah Kuala (USK) memperluas layanan tanggap darurat dengan fokus pada pemulihan psikososial. Tim Relawan USK mulai menjalankan program pendampingan pendidikan darurat bagi 60 anak yang mengungsi di Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan psikososial dan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi, bahkan selama masa darurat.
Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pendanaan ini diarahkan untuk mempercepat penanganan darurat bencana akibat Siklon Tropis Senyar yang berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak lima proposal USK dinyatakan lolos pendanaan dan
Upaya kemanusiaan yang konsisten dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal USK mendapat perhatian dan dukungan langsung dari jajaran pejabat tinggi pusat. Dua putra Aceh yang menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) secara bergiliran mengunjungi Posko Bencana Senyar USK, termasuk fasilitas Dapur Umum yang menyediakan makanan gratis dua kali sehari bagi mahasiswa terdampak. Kunjungan
Universitas Syiah Kuala melalui Satgas Respons Senyar telah menerjunkan ratusan relawannya untuk menembus rute-rute darurat lokasi bencana yang ada di Provinsi Aceh. Relawan yang terdiri dari dosen, mahasiswa, peneliti, tenaga medis, relawan pecinta alam, organisasi kemahasiswaan, hingga jejaring mitra nasional ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak bencana. (Banda Aceh, 7 Desember 2025). Ketua Satgas