Sebanyak tujuh akademisi Universitas Syiah Kuala menerima penghargaan ARC Award 2020 dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) – PT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala. Penghargaan ini diserahkan oleh Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, M.Eng. di Kantor ARC Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (30/12). Mereka yang menerima penghargaan adalah Prof. Dr. Ir. Anshar Patria (Alm),
Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng melantik Direktur, Wakil Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan para pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional dalam lingkungan Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 30/12). Pada kegiatan ini ada 95 pegawai administrasi Unsyiah yang dilantik dalam jabatan fungsional. Mereka terdiri dari Eselon III 24
Rektor Unsyiah yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Marwan membahas penanganan covid-19 di Indonesia, terutama peranan Unsyiah dalam mendukung penanganan covid-19 di Aceh. Meteri terkait penanganan covid-19 ini disampaikan Marwan sebagai materi dalam forum IMT-GT UNINET, Virtual Presidential Roundtable 2020 Leadership In Trying Times, Selasa (29/12) secara daring. Marwan membahas peran Unsyiah dalam
Universitas Syiah Kuala, melalui Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) berhasil meraih nilai “A” dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP). Penilaian tersebut diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI), dan Kementerian Penerapan Aparatur Negara (Kemenpan RI) pada medio Desember 2020. SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem
Universitas Syiah Kuala berhasil meraih dua penghargaan pada ajang Anugrah Humas Dikti (AHD) 2020, yang digelar oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI. Keputusan ini diumumkan pada malam penganugrahan AHD 2020 yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu malam, (23/12) di Jakarta. Unsyiah meraih penghargaan untuk dua katagori, yaitu Juara 1 pada katagori Press Rilis dan
Unsyiah siap berkontribusi penuh untuk membangun Pusat Studi Arsip Kebencanaan (PUSAKE). Dimana Unsyiah berperan sebagai pengelola pusat riset, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai pengelola arsip kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai sumber data, dan Pemerintah Aceh sebagai penggerak sektor wisata bencana di Aceh. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr.