Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Mr. Denis Chaibi, Rabu, 10 September 2025. Kunjungan yang berlangsung di Gedung Balai Senat USK ini bertujuan mempererat hubungan diplomatik dan menjajaki potensi kerja sama di berbagai bidang strategis. Dihadiri oleh mahasiswa internasional dari beragam negara
Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026 – 2031 secara resmi telah dimulai. Hal ini ditandai dengan launching-nya website pemilihan rektor dengan domain (https://pilrek.usk.ac.id/) oleh Panitia Pemilihan Rektor di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 11 September 2025). Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Dr. Safrizal ZA, M.Si mengatakan, MWA telah menunjuk Panitia Pemilihan Rektor
niversitas Syiah Kuala memberikan orientasi untuk 35 mahasiswa asing yang merupakan mahasiswa baru USK angkatan 2025/2026. Kegiatan orientasi ini dilaksanakan mulai tanggal 10 – 12 September 2025 di Ruang VIP AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 10 September 2025). Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Dr. Muzailin, S.Si, M.Sc mengucapkan selamat datang kepada seluruh
Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pembangunan kesehatan nasional melalui penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA). Hal ini disampaikan dalam Forum Kolaborasi Penguatan SKA Wilayah I yang digelar di USK, dengan menghadirkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pemerintah daerah, serta mitra rumah sakit. Banda Aceh, 5 September 2025. Forum ini menjadi
Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan menanggapi tiga aspirasi mahasiswa yang disampaikan pada saat audiensi dengan pimpinan Universitas di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 9 September 2025). Pada pertemuan itu, seorang perwakilan mahasiswa Ihza Mukhlisin menyampaikan bahwa kehadiran mereka murni untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan pimpinan universitas. Khususnya keresahan mereka terkait aturan,
Kota Banda Aceh mulai menata langkah strategis untuk menjadi “Kota Parfum Indonesia” dengan memanfaatkan kekayaan tanaman aromatik lokal, termasuk nilam Aceh. Rencana ini dibahas dalam semiloka “Banda Aceh Kota Parfum Indonesia” yang digelar di Aula Perpustakaan USK, Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional The 3rd International Conference on Patchouli