Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Marwan, mempresentasikan Social Innovation (Inovasi Sosial) yang dilakukan USK dalam 10 tahun terakhir untuk komoditas unggulan nasional Nilam Aceh (Jum’at, 23 Mei 2025). Presentasi hulu-hilir nilam dalam Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Nasional tersebut menjabarkan bagaimana inovasi sosial dengan pendekatan inklusif dan berbasis iptek dilakukan oleh USK. Inovasi sosial
Empat mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mengharumkan nama Aceh di kancah internasional. Mereka terpilih sebagai peserta Asia Pacific Internet Engineering (APIE) Advanced Camp 2025, yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 19–23 Mei 2025. Keempat mahasiswa tersebut adalah Najmi Syafina Zaskia dan M. Bintang Panji Kusuma dari Program Studi Teknik Komputer, serta M. Arkan Haris
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Pengembangan Sertifikasi dan Kinerja Pegawai (PPSKP) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kembali menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) tahun 2025. Pelatihan ini resmi dibuka oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan di Ruang Flamboyan, Lantai 3 Gedung AAC Dayan Dawood USK. Sebanyak 50 dosen dari berbagai fakultas di
Universitas Syiah Kuala bersama empat kampus lainnya melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia terkait upaya pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Kesepakatan ini ditandatangani oleh lima pimpinan universitas tersebut dengan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya di Kemenkraf, Autograph Tower. (Jakarta Pusat, 20 Mei 2025). Adapun lima kampus lainnya yang menjalin kerja sama Hexahelix
Ketertarikan terhadap budaya, bahasa, dan masyarakat Indonesia membawa Htet Eaint Khine, seorang mahasiswa asal Myanmar, ke Banda Aceh melalui Program Beasiswa Darmasiswa. Tak seperti kebanyakan mahasiswa asing yang memilih Bali atau Jawa sebagai destinasi studi, Htet justru memutuskan untuk menimba ilmu di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh. “Saya ingin melihat sisi lain Indonesia yang jarang