Tim FASTANA (Fasilitator Tangguh Bencana) TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Satgas USK terus melanjutkan aksi respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor akibat Badai Senyar. Kegiatan distribusi telah berlangsung sejak Selasa, 2 Desember, dan hingga kini masih terus berlanjut.Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, material lumpur menutupi lahan pertanian
Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak Badai Senyar di Aceh. Sejak hari pertama bencana melanda, tim Rumah Amal bergerak langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secepat mungkin. Bantuan tahap pertama telah berhasil disalurkan melalui distribusi logistik ke beberapa wilayah prioritas. Hingga hari ini
Satuan Tugas (Satgas) USK untuk Respons Bencana Senyar Aceh terus memperkuat upaya pemulihan pascabencana dengan fokus pada layanan vital. Di Pidie Jaya, tim gabungan berhasil merampungkan pemasangan delapan unit perangkat Green Ultrafiltrasi ITB di tiga titik strategis, yakni masjid, posko pengungsian, dan kediaman warga. Inisiatif berbasis teknologi tepat guna ini menjadi penopang penting untuk menjawab
Satuan Tugas (Satgas) USK untuk Respons Bencana Senyar Aceh, mencatatkan terobosan penting dalam upaya penyaluran bantuan ke wilayah terisolasi pasca-banjir di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Tim gabungan yang terdiri dari Mapala Leuser Universitas Syiah Kuala (USK) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berhasil merampungkan dan mengoperasikan jalur kabel (sling) darurat untuk mengirimkan logistik. Pembuatan lintasan sling
Upaya kemanusiaan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membantu masyarakat terdampak Badai Senyar kembali diperkuat dengan pemberangkatan tim kedua relawan UKM Pecinta Alam (PA) Leuser USK. Pemberangkatan dilakukan pada Sabtu, 30 November 2025, menuju Posko Bireuen sebagai salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat terputusnya akses transportasi. Prof. Dr. Akhyar, S.T., M.P., M.Eng., selaku penanggung
Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat respons kemanusiaan di Aceh pasca-bencana hidrometeorologi. Hari ini, sebanyak 23 relawan yang terdiri dari mahasiswa dan alumni diberangkatkan sebagai Batch II menuju Kabupaten Pidie Jaya, menyusul 12 relawan pertama yang telah bertugas sejak tiga hari sebelumnya. Dengan keberangkatan ini, total relawan yang dikerahkan FKp USK mencapai