
Wakil Rektor Bidang perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Universitas Syiah Kuala, Dr. Hizir, hadir menjadi salah satu pembicara di diskusi dan sharing sinergi SCR Aceh yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi BUMN Provinsi Aceh di Aula Bank Indonesia (BI), Kamis (16/1). Kegiatan ini dihadiri para pimpinan BUMN yang ada di Aceh.
Dalam penjelasannya, Hizir mengatakan penguatan pendidikan berbasis konsep Science, Technology, Engineering and Mathematics Plus Character (STEM+C) sangat penting untuk diterapkan. Sebab konsep ini mampu menghadapi tantangan dunia dengan mengedepankan peningkatan sain teknologi dan inovasi.
“Tahap awal pendidikan STEM dapat diterapkan di awal masa kanak-kanak atau PAUD, sehingga membantu kecerdasan dan masa tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Hizir menambahkan, saat ini Unsyiah telah mendirikan Pusat Riset Pengembangan Stem. Pendirian ini sebagai wujud tanggung jawab Unsyiah sebagai lembaga pendidikan tinggi tertua di Aceh. Pusat studi ini juga diharapkan dapat berperan menciptakan generasi yang berkarakter saintifik dan berakhlak mulia.
Bahkan, STEM Unsyiah juga telah memiliki target yang ingin dicapai dalam waktu beberapa tahun ke depan. Termasuk salah satunya melaksanakan forum dan program untuk membangkitkan kesadaran mengenai pengaruh positif pendidikan STEM+C.
“Kita akan terus mempromosikan pendekatan ISLE (Investigative Science Learning Environment) dalam Pendidikan STEM+C di Aceh dan Indonesia secara umum.”
Diakhir pemaparannya, Hizir mengajak para instansi BUMN untuk mengambil perannya dalam mendukung kegiatan STEM+C. Salah satunya dengan membentuk sekolah binaan. (Humas Unsyiah/fer)