
Wakil Rektor Unsyiah Bidang Kerja sama dan Perencanaan, Dr. Hizir Sofyan memaparkan strategi pengembangan smart city Provinsi Aceh pada acara Seminar Diseminasi Laporan Perekonomiam Provinsi Aceh Tahun 2019. Seminar yang diselenggarakan pada Senin (28/10) di Hotel Hermes Palace Banda Aceh ini, mengangkat tema, “Pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Dalam Meningkatkan Keuangan Insklusif Dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.
Wakil Rektor Unsyiah, Hizir dalam materinya memaparkan, setahun lalu Unsyiah telah menandatangani MoU dengan pemerintah Aceh untuk bersama mewujudkan Aceh smart province. Sejauh ini, tambahnya, tim Unsyiah telah menyusun rencana induk Aceh smart province dan masterplan smart city Banda Aceh. Di tahun 2020 nanti, Unsyiah dan pemerintah Aceh juga akan mengembangkan tiga kota lain di Aceh menjadi smart city dengan bantuan dana otsus.
Hizir menjelaskan tentang permasalahan yang terjadi di kota Banda Aceh, dari sana ia kemudian menganalisis potensi dan peluang dalam mewujudkan smart city. Menurut Hizir, permasalahan utama dalam perwujudan smart city ini adalah pemahaman tentang smart city yang belum sama dari berbagai stakeholder. Di akhir materinya, Hizir juga menyebutkan bagaimana membangun ekosistem smart city di Aceh. Terdapat enam elemen smart city yang harus dapat dilaksanakan, yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, kegiatan ini merupakan forum tahunan yang diselenggarakan oleh BI yang tujuannya adalah mempromosikan kondisi ekonomi Indonesia, khususnya Aceh. Di dalam laporan perekonomian ini terdapat laporan pertumbuhan ekonomi, inflasi, sistem pembayaran, dan prospek perekonomian Aceh ke depan. Laporan terkait kondisi ekonomi ini, tambahnya, akan mempengaruhi ekspektasi dunia tentang stabilitas ekonomi Indonesia. Mewujudkan Aceh smart province juga merupakan target besar BI saat ini. Karena itu ia mengharapkan kontribusi dari berbagai pihak sesuai bidangnya masing-masing, termasuk Unsyiah.
“Dengan bantuan tim yang kuat dari Unsyiah, Aceh akan mampu bersaing dengan daerah lain dan bisa menjadi yang terdepan”, ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Amirullah, Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi (Prof. Sutanto Soehodho), Chief Technology Officer PT. Fintek Karya Nusantara/LinkAja, Arman Hazarin, Pimpinan SKPA dan SKPK se-Aceh, pimpinan perbankan Aceh, perwakilan asosiasi, pelaku usaha dan pimpinan berbagai universitas di Aceh. (Humas Unsyiah/un)