Wakil Ketua MPR Kuliah Umum di USK

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., mengunjungi Universitas Syiah Kuala untuk menyampaikan kuliah umum dengan tema, “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Motivasi Civitas Akademika untuk Memperkokoh Semangat Persatuan, Mewujudkan Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 8 Oktober 2021).

Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wakil Ketua MPR untuk menejelaskan empat pilar kebangsaan secara Komprehensif di hadapan sivitas akademika USK.

Rektor menilai, materi kuliah umum tersebut sangat penting untuk membuka wawasan kita semua. Apalagi pluralisme yang merupakan salah satu tema empat pilar kebangsaan, sesungguhnya bukanlah isu baru dalam kehidupan manusia. Selain itu, pemahaman pluralisme secara benar sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam kemajemukan.

“Semoga materi sosialisasi ini dapat memberi pengaruh signifikan kepada kita untuk memahami dengan benar konsep pluralisme dalam persatuan dan kesatuan,” ucap Rektor.

Ahmad Basarah mengungkapkan, Aceh adalah provinsi pertama yang ia kunjungi untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan selama pandemi  ini secara offline. Alasannya, karena Aceh memiliki peranan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Aceh adalah pusat peradaban islam dan kontribusinya sangat besar dalam mengisi kemerdekaan bangsa.

Karena itulah, Ahmad Basarah menyatakan tekadnya untuk menjadi penyambung aspirasi USK yang merupakan perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Aceh, baik di tingkat parlemen maupun pemerintah pusat. Tekad ini juga sangat sejalan dengan perannya sebagai Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, sehingga dirinya merasa punya kewajiban langsung terhadap pembinaan dan pengembangan USK.

“Karena  itulah, selain hadir sebagai Wakil Ketua MPR untuk sosialisasi empat pilar ini dan sebagai Anggota Komisi X, saya nyatakan saya siap untuk menjadi penyambung lidah kepentingan USK,” tegasnya.

Dalam kuliah umumnya, Ahmad Basarah menjelaskan pentingnya memahami Pancasila dengan pendekatan historis. Ia menegaskan, jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar maka negara ini harus berpijak pada falsafahnya sendiri yaitu Pancasila. Mengingat semua kamajemukan di Indonesia dapat direkatkan dalam semangat Pancasila.

“Pancasila telah menyatukan kita semua, dari masyarakat Aceh yang telah ikut berkorban darah dan air mata untuk merebut kemerdekaan, ikut menyepakati dasar negara kita. Maka kita terimalah Pancasila ini sebagai dasar yang menyatukan kita semua,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke USK ini, Ahmad Basarah sempat mengunjungi lahan Kampus USK II yang berada di Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar. Seusai itu, Rektor mengajak dirinya mengunjungi dua Pusat Riset Unggulan USK yaitu Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) di gedung yang baru. Pada kesempatan itu, Rektor turut menyerahkan pin emas USK kepada Ahmad Basarah.

Leave a Reply