Universitas Syiah Kuala

USM dan USK Kunjungi Nilam Aceh, Dorong Penguatan Teknologi dan Akses Pasar

Rangkaian USM–USK International Academic Visit and Knowledge Exchange Program 2026 berlanjut dengan kunjungan lapangan ke Desa Teladan, Kabupaten Aceh Besar. 4 September 2026.

Delegasi mahasiswa dan dosen bidang Proteksi Tanaman dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universitas Syiah Kuala (USK) meninjau langsung pertanaman nilam dan proses penyulingan minyak nilam.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari agenda di Pusat Riset Atsiri (ARC–PUI PT Nilam Aceh USK) sekaligus menjadi ruang bertukar pengetahuan mengenai teknologi budidaya, pengendalian hama dan penyakit, serta pengolahan nilam.

Petani dan Geuchik Desa Teladan menyampaikan apresiasi atas pendampingan teknologi dari ARC USK. Namun, mereka juga mengungkapkan persoalan panjangnya rantai distribusi minyak nilam yang berdampak pada keuntungan petani. Mereka berharap adanya dukungan agar dapat mengakses pembeli secara lebih langsung.

Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., Ketua Divisi Riset Pusat Riset Nilam USK, menegaskan pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada instansi terkait. Menurutnya, penguatan teknologi perlu berjalan seiring dengan perbaikan akses pasar agar nilai ekonomi nilam dapat dirasakan lebih besar oleh petani.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Syahidah dari USM menilai pemangkasan rantai distribusi membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan komoditas pertanian di pasar internasional yang memiliki sistem perdagangan lebih terorganisasi sehingga memberikan kepastian harga.
“Jika komoditas nilam dapat memperoleh dukungan kebijakan serupa dan diintegrasikan ke dalam sistem perdagangan yang lebih terorganisasi, maka harga akan lebih terjamin dan petani memperoleh keuntungan yang lebih layak,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan demonstrasi penanganan pascapanen, berupa pengeringan distilat dan penyimpanan hasil panen, serta foto bersama. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi USM dan USK sekaligus mendorong pengembangan nilam Aceh yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.