Banda Aceh, 2024 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2: Zero Hunger melalui program pengelolaan limbah makanan yang dikoordinasikan oleh Greenmetric USK bekerja sama dengan Bank Sampah USK (BSU).
Berdasarkan hasil pemantauan tahun 2023–2024, total limbah makanan kampus meningkat dari 2,39 menjadi 3,69 metrik ton, seiring dengan pertumbuhan populasi kampus dari 37.899 menjadi 41.635 orang, atau naik sekitar 9,9%. Meski demikian, hasil analisis menunjukkan capaian signifikan: limbah makanan per orang per hari turun dari 0,63 kg pada 2024 menjadi hanya 0,03 kg pada 2025, setara dengan penurunan sebesar 95,2%.



Penurunan tajam ini mencerminkan keberhasilan program edukasi konsumsi bijak serta sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi di lingkungan kampus. Melalui Bank Sampah USK (BSU), limbah makanan diolah menjadi pupuk organik yang dikelola oleh Fakultas Pertanian USK dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian kampus serta penghijauan lingkungan universitas.
Melalui kampanye “Ambil Secukupnya”, serta penerapan berbagai kebijakan dan inovasi pendukung untuk menekan sampah makanan di tingkat individu yang meliputi penerapan kebijakan Zero Food Waste Policy, pengabdian bertema food waste management, serta aktif mempromosikan prinsip Bring Your Own Container (BYOC) dan kolaborasi dengan mitra eksternal untuk mendaur ulang limbah organik menjadi pupuk dan pakan ternak. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pengurangan sampah makanan bukan hanya kampanye sesaat, melainkan bagian dari transformasi budaya hijau yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Selain itu, USK telah menerapkan sistem pemilahan sampah yang terorganisir dengan tempat sampah yang tersebar merata di seluruh area kampus. Setiap titik pengumpulan telah dipisahkan berdasarkan jenis limbah — organik, anorganik, dan residu — untuk mendukung proses daur ulang dan pengolahan lanjutan yang lebih efisien.
Rektor USK, Prof. Marwan menyebutkan bahwa data ini menjadi bukti nyata kontribusi universitas terhadap target SDGs 2, terutama dalam mendorong ketahanan pangan, pengurangan limbah makanan, dan optimalisasi sumber daya lokal. “Kami ingin menjadikan USK sebagai contoh kampus berkelanjutan yang tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat, kita secara rutin menyisipkan pesan “Makan Bijak, Buang Seperlunya” yang menjadi bagian dari budaya kampus hijau.” ujarnya.
Melalui semangat kolaborasi, Universitas Syiah Kuala berkomitmen terus memperkuat praktik ramah lingkungan yang berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan pangan di masa depan.