Universitas Syiah Kuala

USK Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Limbah Makanan seiring Pertumbuhan Populasi Kampus

Universitas Syiah Kuala (USK) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2 – Zero Hunger dan pengelolaan sumber daya pangan yang efisien. Berdasarkan hasil pemantauan Greenmetric USK tahun 2024, kampus mencatat peningkatan signifikan dalam upaya pengendalian limbah makanan, meskipun terjadi kenaikan jumlah populasi. Total populasi meningkat dari 37.899 orang pada tahun 2023 menjadi 52.600 orang pada tahun 2024, atau naik sekitar 38,79%.

Kenaikan jumlah warga kampus ini turut berdampak pada peningkatan total limbah makanan, dari 23,9 metrik ton pada 2023 menjadi 31 metrik ton pada 2024 (naik 29,71% persen). Meski demikian, hasil analisis menunjukkan adanya efisiensi dalam produksi sampah per individu, dengan penurunan dari 0,63 kg menjadi 0,60 kg per orang per tahun (turun sekitar 4,8%).

Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan populasi tidak diikuti oleh lonjakan besar dalam produksi limbah per individu. Hal ini menjadi bukti keberhasilan berbagai inisiatif pengelolaan yang dijalankan oleh Greenmetric USK dan Bank Sampah USK (BSU), seperti pemisahan sampah organik-anorganik, pemanfaatan limbah makanan oleh Fakultas Pertanian menjadi pupuk organik, serta kampanye “Ambil Secukupnya” untuk menekan sisa makanan.

Penerapan berbagai kebijakan dan inovasi pendukung untuk menekan sampah makanan di tingkat individu yang meliputi penerapan kebijakan Zero Food Waste Policy, pengabdian bertema food waste management, serta aktif mempromosikan prinsip Bring Your Own Container (BYOC) dan kolaborasi dengan mitra eksternal untuk mendaur ulang limbah organik menjadi pupuk dan pakan ternak. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pengurangan sampah makanan bukan hanya kampanye sesaat, melainkan bagian dari transformasi budaya hijau yang berkelanjutan di lingkungan kampus.

Selain itu, USK telah menerapkan sistem pemilahan sampah yang terorganisir dengan tempat sampah yang tersebar merata di seluruh area kampus. Setiap titik pengumpulan telah dipisahkan berdasarkan jenis limbah — organik, anorganik, dan residu — untuk mendukung proses daur ulang dan pengolahan lanjutan yang lebih efisien.

Rektor USK, Prof. Marwan menyebutkan bahwa data ini menjadi bukti nyata kontribusi universitas terhadap target SDGs 2, terutama dalam mendorong ketahanan pangan, pengurangan limbah makanan, dan optimalisasi sumber daya lokal. “Kami ingin menjadikan USK sebagai contoh kampus berkelanjutan yang tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat, kita secara rutin menyisipkan pesan “Makan Bijak, Buang Seperlunya” yang menjadi bagian dari budaya kampus hijau.” ujarnya.

Melalui edukasi berkelanjutan dan sistem pengelolaan yang terintegrasi, USK berhasil menjaga efisiensi konsumsi pangan di tengah pertumbuhan aktivitas kampus. Upaya ini memperkuat posisi USK sebagai kampus hijau yang aktif mendorong budaya konsumsi bijak dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/