USK Sosialisasikan Program PERMATA ANDI

UNSYIAH MULAI KULIAH TATAP MUKA

Universitas Syiah Kuala mulai melakukan sosialisasi program Pertukaran Mahasiswa Antar Prodi (PERMATA ANDI) kepada seluruh fakultas di lingkungan USK. Kegiatan yang diseleranggarakan secara daring tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I USK Prof. Dr. Marwan. (Banda Aceh, 13 Januari 2021).

Prof. Marwan menjelaskan, program PERMATA ANDI adalah salah satu upaya perguruan tinggi ini untuk merealisasikan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim.

Di mana ada empat kebijakan mengenai Pendidikan tinggi terkait Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini, yaitu mengenai pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan tinggi negeri badan hukum, dan Hak belajar 3 semester di luar program studi.

Adapun dasar hukum pelaksanaan program ini adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2020 tentang Standard Nasional Pendidikan Tinggi, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi (Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2018), Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, Panduan Penyusunan Kurikulum USK,  Panduan Pelaksanaan MBKM USK dan Panduan Rekogniksi Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus USK.

Secara teknis pelaksanaan program Permata ANDI untuk semester genap 2020/2021 ini adalah Prodi mengirimkan maksimal 2 Mata Kuliah Untuk PERMATA ANDI, mahasiswa mengambil Mata kuliah PERMATA ANDI (1 Mata Kuliah / Semester), mengingat ada PERMATA SAKTI dan PERMATA SARI.

Lalu Kuota Mahasiswa PERMATA ANDI 5 orang  + Mahasiswa Reguler pada setiap kelas,  Jumlah SKS yang dapat diambil dari prodi lain (2 SKS / 3 SKS) non Praktikum.Selanjutnya, adanya pengakuan terhadap mata kuliah PERMATA ANDI yang diambil dari prodi lain dengan melakukan ekuivalensi mata kuliah di prodi asal dan dijelaskan pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Leave a Reply