USK Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Sebagai bentuk komitmen mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pusat Riset Gender Universitas Syiah Kuala (PRG USK) bekerjasama dengan Dharma Wanita Pembangunan (DWP) USK, telah melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus setempat, 24 November 2023.

Ketua PRG USK dan mantan Ketua Satgas PPKS USK, Dr. Ria Fitri S.H. M. Hum yang menjadi narasumber pada acara tersebut menjelaskan, Permendikbudristek No 30 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi dalam penanganan terhadap korban kekerasan Seksual (KS), berpedoman pada prinsip penanganan terbaik bagi korban: kerahasiaan, kehati-hatian dan mencegah keberulangan.

Hal ini harapkan Korban KS dapat speak-up untuk melaporkan KS yang dialaminya tanpa takut akan diketahui umum, sehingga kerahasiaan Pelapor (korban) dapat terlindungi. Penanganan dilakukan sangat tergantung dari persetujuan korban.

“Sehingga korban merasa nyaman dan tidak tertekan akan keberlanjutan pendidikannya. Pengenaan sanksi bagi pelaku KS akan mendapat hukuman yang menyebabkan KS tidak berulang terjadi,” kata Ria.

Dengan berpedoman pada Permendikbutristek 30 Tahun 2023, diharapkan penangan korban KS, jangan sampai menjadi korban playing  victim yaitu justru Pelaku KS yang menyatakan dirinyalah sebagai korban, atau jangan sampai Korban KS dianggap sebagai  pelaku pencemaran nama baik, atau Korban KS terkena perundungan dari masyarakat sebagai penyebab terjadinya KS, untuk itu dibutuhkan penangan yang sangat hati-hati.

“Sosialisasi akan terus dilakukan agar kampus USK bisa terbebas dari Perbuatan Kekerasan Seksual karena adanya ketidak seimbangan relasi kuasa yang ada di lingkungan USK,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DWP USK, Prof. Dr. Ir. Eti Indarti, M. Sc mengatakan, Dharma Wanita USK sebagai Sahabat Kampus turut berperan serta membantu mencegah kekerasan seksual terjadi di lingkungan USK.

“Kami berharap dan terus menjaga kampus USK untuk menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam belajar, dan tidak terjadi kekerasan seksual dalam proses perkuliahan,” tutur Prof Eti.