USK Selenggarakan Workshop Kewirausahaan

Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan workshop kewirausahaan bagi mahasiswanya. Kegiatan ini sejalan dengan semangat program Wirausaha Merdeka Kemendikbudristek, juga dalam rangka memantapkan jalannya program 1000 Wirausaha Muda USK. Workshop ini berlangsung selama dua hari, 26-27 Mei 2023 di Aula FMIPA.

Direktur Prestasi dan Kewirausahaan USK, Dr. Rahmat Fadhil, S.TP, M.Sc mengatakan, workshop tersebut bertajuk ‘Peningkatan Kompetensi Pendamping Inovasi Pengembangan Kewirausahaan Hijau’. USK juga turut mengundang Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, maupun dinas yang sama di tingkat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Kita mendorong mahasiswa USK menjadi sarjana berdaya. Sejak awal, kami selalu memantik mahasiswa ketika masuk USK agar mereka tidak hanya berpikir kuliah saja, tapi kegiatan apa yang bisa menghasilkan uang,” ucap Rahmat.

Keseriusan USK dalam menumbuh kembangkan jiwa wirausaha bagi mahasiswanya, selaras dengan perubahan status USK menjadi PTN-BH. Menurutnya, dalam hal bisnis semua kemungkinan bisa terjadi, tidak ada yang pasti. Hanya saja, USK ingin pasang badan, agar mahasiswanya tidak ragu dalam berwirausaha.

“USK menjadi universitas kampus sosio-technopreneur yang inovatif, mandiri, dan terkenal di tingkat global. Kita juga menggerakkan dosen dalam mensukseskan program wirausaha ini, bahwa wirausaha bukan saja tentang mata kuliah yang menghasilkan nilai A, B, C. Tapi benar-benar mampu melahirkan wirausahawan baru,” ungkapnya.

Maka dari itu, workshop yang diadakan semata-mata demi suksesnya program 1000 Wirausaha Muda USK yang sebelumnya telah diluncurkan. Sebagai pembanding sekaligus belajar dari pengalaman dari kampus yang sudah berhasil, USK berkolaborasi dengan ITB, yang pada kegiatan ini dipercayakan sebagai pemateri.

Sementara itu, perwakilan dari School of Business & Management ITB, Dr. rer.pol, Eko Agus Prasetio, ST, MBA mengatakan, untuk melahirkan wirausahawan, pentingnya kolaborasi antara kampus, pembuat kebijakan, dan sejumlah pihak terkait. Dengan begitu, akan lahir dampak nyata bagi Aceh, Indonesia, ASEAN bahkan Asia.

“Kehadiran kami untuk pengembangan ekosistem kewirausahaan hijau. Kita ingin lebih jauh, sesuatu yang sifatnya berkelanjutan. Kami berharap, bisa menjadi pusat inovasi, mengembangkan yang ada, maupun yang baru dimulai,” kata Agus.

Adapun pemateri yang dihadirkan pada workshop tersebut berasal dari: Amati Indonesia dan Social Innovation Hub Indonesia. Workshop ini diikuti 400 peserta, terdiri dari mahasiswa berwirausaha dan dosen kewirausahaan. Serta 30 peserta undangan lainnya seperti Bank Syariah Indonesia, Pegadaian Syariah, Bank Aceh Syariah, termasuk Wakil Dekan 3 di lingkungan USK, Pengurus Career Development Centre (CDC) dan Unit Kegiatan Mahasiswa bidang ekonomi, keuangan dan kewirausahaan.

Leave a Reply