Universitas Syiah Kuala (USK) semakin menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran dan kebudayaan di Aceh. Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, USK juga membuka akses publik yang luas terhadap berbagai fasilitas seni, budaya, dan sains. Melalui galeri, ruang pameran, serta proyek digital, universitas ini berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan masyarakat, agar ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Salah satu ikon penting USK adalah Galeri Tsunami dan Mitigasi Bencana yang dikelola oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). Galeri ini menjadi sarana edukasi publik yang unik karena memadukan sains, teknologi, dan kesadaran sosial. Pengunjung dapat menyaksikan langsung cara kerja alat pendeteksi gempa, mengamati simulasi guncangan melalui Shaking Table, serta memahami proses terbentuknya tsunami melalui Flume untuk pemodelan gelombang. Selain memberi pengalaman belajar yang interaktif, galeri ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah rawan seperti Aceh.

Tak hanya itu, Perpustakaan Pusat USK kini hadir sebagai ruang budaya yang inklusif dan inspiratif. Di dalamnya terdapat galeri mini, area pameran karya seni, serta “pojok budaya” seperti Korean Corner, Czech Corner, dan Indian Corner yang memperkenalkan budaya dunia melalui koleksi buku dan artefak tradisional. Ada pula Statistik Corner hasil kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), yang menyediakan akses data nasional dan regional secara terbuka bagi mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.
USK juga aktif melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Seni yang secara rutin menggelar pameran, pertunjukan seni. Departemen Arsitektur dan Perencanaan USK, melalui program studi Perencanaan Wilayah dan Kota juga mengembangkan proyek museum digital seperti Museum Digital Gunung Seulawah. Kegiatan-kegiatan ini bukan hanya melestarikan warisan budaya Aceh, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa dan seniman muda untuk berkreasi serta memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Melalui berbagai inisiatif ini, USK membuktikan diri sebagai institusi yang tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga berperan besar dalam membangun masyarakat berpengetahuan, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan membuka akses publik ke dunia seni, budaya, dan sains, USK meneguhkan jati dirinya sebagai universitas yang berpihak pada kemajuan dan keberdayaan masyarakat Aceh.