Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasioanal, mendali emas serta spesial award pada ajang Word Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2021.
Pada ajang tersebut, tim USK menghadirkan pembuatan lilin aroma terapi dari sarang lebah, dengan menggunakan minyak buah pala. Produk ini dimaksudkan sebagai solusi stress, akibat belajar daring di masa pandemi COVID-19, produk tersebut dinamai dengan NUTFRESH.
Peserta di kompetisi ini diikuti 288 tim, yang berasal dari 21 negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Makedonia, Nigeria, Malaysia, Filipina, Puerto Riko, Turki, Hongkong, Makau, India, Rusia, Rumania, Iran, Yaman, Afrika Selatan, Vietnam, Meksiko, dan Irak.
Tim USK terdiri dari 5 orang, All Hafiq dari FKIP Biologi, Arif Darwisyi jurusan Peternakan FP, Riko Teknik Geofisika, Hidayatullah Teknik Industri, Fazil Basri Informatika FMIPA. Semuanya merupakan mahasiswa angkatan tahun 2019 USK. Tim ini dibimbing oleh Dr. Allaily, S.Pt, M.Si., dosen dari Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian.
Perlombaan ini dilaksanakan secara offline dan online. Kegiatan offline dilakukan di Jakarta Global, dan kegiatan online dilakukan secara virtual Zoom.
“Tim kami melakukan penelitian lilin dari sarang lebang dan aroma pala di Kota Banda Aceh, begitu pula halnya dengan pembuatan. Untuk sesi penjurian, tim dari USK sendiri pada tanggal 18 Juni 2021,” kata Arif Darwisyi.
Senada dengan itu, All Hafiq menambahkan, waktu yang diberikan 15 menit, 7 menit untuk sesi presentasi yang di lakukan oleh 3 anggota, dan 8 menit untuk sesi tanya jawab dengan 6 pertanyaan yang diberikan, tim USK berhasil menjawab semua pertanyaan, dan mendapatkan respon yang sangat baik dari juri.
Ia menuturkan, awal terbentuknya tim ini saat mereka saling berkumpul dan berdiskusi terkait permasalahan yang terjadi serta potensi sumber daya yang terdapat di Provinsi Aceh. Dari diskusi tersebut, muncul sebuah ide untuk mengatasi permasalahan stress yang terjadi akibat belajar secara daring selama pandemi COVID-19.

“Ternyata, berdasarkan studi literatur yang kami lakukan terhadap berbagai jurnal, terdapat salah satu komoditas hasil pertanian dari Aceh yaitu buah pala memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi stress dan depresi,” jelasnya.
Hasil pengolahan dari buah pala yaitu minyaknya, memiliki kandungan utama berupa miristisin yang dikenal sebagai antidepresan. Senyawa tersebut mampu memberikan efek menenangkan dan anti kecemasan ringan karena dapat mengaktifkan neutrotransmitter serotonin dan dopamin pada otak.
Komponen kimia lainnya pada buah pala yang menghasilkan aroma pada minyak atsiri berasal dari golongan noterpen hidrokarbon dan golongan aromatik diantaranya adalah safrol, eugenol, isieugenol, dan elimisin.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association) yang berkolaborasi dengan Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association, Alpha Science Educational Project Turkey, Milset Asia, Societatea Stiintifica, Cygnus – Centru UNESCO, I-FEST², Daily Center Association “Doza Srekja” – Skopje, RN. Macedonia, Department of Food Science and Technology IPB, dan Actuarial Science Department ITS.
IYSA adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan potensi, bakat, dan kreativitas mahasiswa Indonesia dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti kompetisi ilmiah dan non-kompetitif serta kegiatan di dalam dan luar negeri.
Sejak awal, IYSA telah aktif dalam berbagai kegiatan sehingga dapat berafiliasi dengan banyak negara seperti: Malaysia, Thailand, Singapura, China, India, Taiwan, Turki, Tunisia, Mesir, Abu Dhabi dan sebagainya. Sejak 2019, pihaknya telah menyelenggarakan beberapa acara terkait dengan International Expo, Project Olympiad, dan Conference