Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Coaching/Bimbingan Teknis Peningkatan SJR, Kualitas Artikel, dan Strategi Submit Kembali ke Scopus. (Banda Aceh, 24 Agustus 2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Equity LPDP USK Tahun Anggaran 2025–2026 ini dibuka oleh Kepala LPPM USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., di Ruang Sidang LPPM USK dan secara daring. Turut hadir Kepala Subdirektorat Reputasi Universitas, Dr. Gholib, S.Pt., M.Si., dari Tim Equity LPDP USK.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengelola jurnal di lingkungan USK, baik jurnal yang telah terindeks Scopus maupun jurnal yang sedang mempersiapkan pengajuan atau submission kembali untuk mendapatkan indeksasi Scopus.
Coaching menghadirkan Prof. Ir. Andi Dirpan, STP., M.Si., Ph.D., Direktur Direktorat Manajemen Publikasi (DMP) Universitas Hasanuddin (Unhas), sebagai narasumber utama. Dalam sesi pertama, Prof. Andi membahas strategi peningkatan SJR, kualitas artikel, serta langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengajuan kembali jurnal ke Scopus.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi jurnal Scopus tidak hanya berkaitan dengan keberadaan peer review dan keteraturan penerbitan, tetapi juga mencakup kualitas kebijakan editorial, kualitas konten, reputasi jurnal, keberagaman editor dan penulis, keteraturan publikasi, serta kualitas dan ketersediaan jurnal secara daring.
“Peningkatan kualitas jurnal tidak cukup hanya dengan memperhatikan aspek teknis penerbitan, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas artikel dan abstrak, kesesuaian dengan aims and scope, hingga penguatan tata kelola editorial dan reputasi jurnal,” ucap Prof. Andi.

Menurutnya, peningkatan kualitas jurnal perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas artikel dan abstrak, kesesuaian artikel dengan aims and scope, reputasi dan keterkutipan jurnal, hingga penguatan tata kelola editorial. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jurnal yang memenuhi standar publikasi ilmiah internasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para pengelola jurnal berkesempatan menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman terkait pengelolaan jurnal serta proses pengajuan indeksasi Scopus.
Pada sesi kedua, hadir Prof. Dr. Yunisrina Qismullah Yusuf, S.Pd., M.Ling., Wakil Kepala LPPM USK sekaligus Editor in Chief Studies in English Language and Education (SiELE) Journal. Ia menyampaikan materi bertajuk “Best Practices at SiELE Journal”, yang memberikan gambaran praktis mengenai pengalaman dan strategi pengelolaan jurnal hingga mencapai standar publikasi internasional.
Sesi tersebut dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI) USK, Dr. drh. Hafizuddin, M.Si. Melalui kegiatan ini, LPPM USK mendorong pengelola jurnal untuk menjadikan indeksasi Scopus tidak sekadar sebagai target, tetapi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan tata kelola jurnal secara berkelanjutan. Penguatan kualitas artikel, tata kelola editorial, kapasitas editor dan reviewer, serta visibilitas jurnal menjadi langkah strategis dalam meningkatkan reputasi publikasi ilmiah USK di tingkat internasional.
Kegiatan ditutup pada pukul 17.00 WIB oleh pimpinan LPPM USK bersama Tim PPJI USK dan panitia pelaksana. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola jurnal di lingkungan USK dapat terus memperkuat kualitas dan tata kelola publikasi ilmiah sehingga mampu meningkatkan daya saing serta kontribusi USK dalam ekosistem publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.