Universitas Syiah Kuala

USK Perkuat Kemitraan Internasional dengan Korea Selatan dan Jepang

Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kemitraan internasional, khususnya dengan lembaga pendidikan dan industri terkemuka di Korea Selatan dan Jepang. Rangkaian kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam memperluas jejaring global di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, serta inovasi teknologi. (Jeju, Korea Selatan – 9 Juni 2025).

Di Korea Selatan, USK menjalin dan mengembangkan kemitraan strategis dengan sejumlah institusi, yakni University of the Nations (UofN) Jeju, Jeju National University, dan Jeju Province Development Corporation (JPDC). Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara USK dan UofN Jeju, yang berlangsung secara resmi di kampus University of the Nations Jeju.

Delegasi Universitas Syiah Kuala (USK) dalam kunjungan kerja sama ke Korea Selatan dipimpin oleh Rektor Prof. Ir. Marwan dan Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Muzailin Affan. Sementara itu, dari pihak Korea hadir Dr. Joshua Kim, President UofN Jeju Prof. Sok Gon Park, Prof. Sungkyu Kim, serta Dr. Steve Donguk Kang.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Marwan menyampaikan bahwa kerja sama antara USK dan University of the Nations (UofN) Jeju telah terjalin sejak tahun 2009, tak lama setelah terjadinya bencana tsunami di Aceh.

“Sejumlah kegiatan kolaboratif telah dilaksanakan di Aceh, seperti promosi budaya dan bahasa Korea kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Sebagai bagian dari upaya ini, USK mendirikan Korean Culture Center dan Korean Corner di lingkungan kampus,” ujar Prof. Marwan.

Ia menambahkan bahwa UofN Jeju memiliki Museum Perdamaian yang menjadi simbol penting dari semangat rekonsiliasi dan kolaborasi lintas bangsa. Melalui inspirasi tersebut, USK bersama Pemerintah Aceh merencanakan pembangunan Museum Perdamaian serupa di Kampus II USK, sebagai bentuk kelanjutan dari kerja sama strategis dengan Provinsi Jeju dan UofN Jeju.

Kemitraan antara kedua institusi ini juga mencakup berbagai program seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pendirian King Sejong Institute, yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bahasa Korea di USK. Penandatanganan MoU terbaru merupakan wujud komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kerja sama jangka panjang dalam pengembangan program akademik, budaya, dan pendidikan global yang lebih luas.
Selain itu, delegasi USK juga mengunjungi Jeju National University, yang telah menjalin kerja sama dalam program penelitian bersama (joint research) serta pertukaran staf dan mahasiswa.
Pada 11 Juni 2025, USK mengunjungi Jeju Province Development Corporation (JPDC), perusahaan milik pemerintah Provinsi Jeju yang memproduksi air minum kemasan terbesar di Korea. JPDC membuka peluang kerja sama riset dan magang mahasiswa, khususnya di bidang pengembangan industri serta pengelolaan hasil pertanian lokal seperti jeruk tangerin dan hallabong.

Selanjutnya, pada 13 Juni 2025, USK melanjutkan lawatan internasional ke Jepang dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Nara University of Education (NUE). Delegasi USK disambut secara resmi oleh Prof. Lin-Yu Liou, Prof. Oikawa, Prof. Miyashita, dan Prof. Maeda.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya, khususnya di bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) dan pelatihan guru (teacher training). Program ini mencakup pengelolaan sekolah binaan dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di kedua negara.

Pada 14 Juni 2025, USK meneken kerjasama dengan BioZero1 Corporation, perusahaan bioteknologi di Prefektur Shiga, Jepang, yang mengembangkan produk pengobatan alternatif untuk kanker dan diabetes. Kerja sama ini mencakup riset bersama, peluang magang mahasiswa, serta potensi komersialisasi produk BioZero1 di Indonesia, yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi USK sebagai perguruan tinggi berbadan hukum.

Mr. Wada menjelaskan bahwa perusahaannya telah mengembangkan formula hasil fermentasi bahan organik dan jamur asal Brasil selama 20 tahun. Produk suplemen ini telah digunakan secara luas di Jepang untuk mendukung pemulihan pasien kanker. USK, sebagai perguruan tinggi berbadan hukum, juga berpotensi mengembangkan kerja sama komersialisasi produk ini di Indonesia, yang dapat menjadi sumber pendapatan institusi di masa depan.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/