Universitas Syiah Kuala (USK) melepas mahasiswa peserta Program Wirausaha Merdeka 2024 untuk melaksanakan kegiatan immersion ke Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mitra. Acara pelepasan ini berlangsung pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Halaman Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK, dan dihadiri oleh para mahasiswa, pimpinan universitas, dosen pendamping lapangan (DPL) serta perwakilan UKM mitra.
Program Wirausaha Merdeka (WMK) USK merupakan salah satu inisiatif untuk mendorong keterampilan kewirausahaan mahasiswa dengan memberikan mereka kesempatan langsung berinteraksi dengan dunia bisnis melalui UKM mitra. Kegiatan immersion ini dirancang agar mahasiswa dapat belajar dari praktik lapangan, mengasah kemampuan inovasi, dan turut berkontribusi pada pengembangan UKM lokal.
Dalam laporannya, Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK sekaligus Ketua Pelaksana Program Wirausaha Merdeka 2024, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan wirausaha muda di Aceh. Program Immersion Wirausaha Merdeka 2024 merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari ke dalam dunia nyata.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat membangun jejaring, menumbuhkan inovasi, serta memperoleh pengalaman berharga yang kelak dapat mereka terapkan ketika menjadi wirausaha mandiri,” jelas Rahmat.
Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus, mahasiswa, dan UKM mitra dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Sebab kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan UKM mitra dalam program ini diharapkan dapat saling memperkuat, memberikan dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi pertumbuhan UKM di Aceh.”
Acara pelepasan mahasiswa secara simbolis dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. Dalam arahannya, Mustanir menekankan agar mahasiswa tidak hanya sekadar menyerap ilmu dari UKM mitra, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan usaha kecil yang mereka tempati.
“Kalian adalah harapan bangsa, sekaligus agen perubahan bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya dan berikan ide-ide segar kepada UKM mitra,” ujarnya.
Mustanir juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater serta mempraktikkan nilai-nilai integritas dan profesionalisme selama menjalani program ini.
“Program ini tidak hanya tentang mendapatkan pengalaman, tetapi juga tentang membentuk karakter kewirausahaan yang unggul dan beretika,” tambah Prof. Mustanir.
Acara pelepasan ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto dengan para mahasiswa yang akan menjalani immersion di berbagai UKM mitra. Dengan semangat yang tinggi, para mahasiswa siap memulai perjalanan mereka dalam program immersion yang diharapkan akan menjadi bekal penting bagi karir kewirausahaan mereka di masa depan. Sebagai bagian dari program ini, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai UKM mitra yang bergerak di berbagai bidang, termasuk makanan, kerajinan, teknologi, dan jasa di wilayah Aceh.