Universitas Syiah Kuala

USK Latih PKK Gampong Lamnga Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Universitas Syiah Kuala (USK) memberdayakan ibu-ibu PKK Gampong Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, melalui pelatihan pengolahan ikan menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Kegiatan ini merupakan bagian dari PKM-BGB 2026 bertema “Peningkatan Ketahanan Pangan Gampong Lamnga melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan” yang berlangsung di Aula Gedung PKK Gampong Lamnga, Minggu (4/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penyuluhan, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengolah ikan menjadi berbagai produk, seperti bakso ikan, nugget ikan, dimsum, fish roll, dan fish katsu.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Gampong Lamnga, Rusdi. Ia mengapresiasi USK yang telah menjadikan Gampong Lamnga sebagai salah satu mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat.

“Kami dari pihak gampong berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kami juga meminta pihak USK membantu memberdayakan masyarakat Gampong Lamnga melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Ketua tim pengabdi, Ir. Fahrizal, S.TP., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi USK dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Menurutnya, program PKM-BGB di Gampong Lamnga melibatkan kolaborasi lintas bidang keilmuan, yakni Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kedokteran USK.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga program studi dan fakultas yang berbeda,” katanya.

Fahrizal menjelaskan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari teknologi pengolahan pangan, kesehatan dan keamanan pangan hingga pengelolaan usaha.

“USK terus berkiprah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu realisasi peran dosen untuk hadir dan membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi penyuluhan, anggota tim pengabdi Yanti Meldasari menekankan pentingnya penerapan proses pengolahan dan sanitasi yang baik untuk menghasilkan produk pangan yang berkualitas, sehat, aman, dan bergizi.

Sementara itu, Dr. Fakhrurazi Amir memberikan penguatan dari sisi manajemen usaha. Ia menyampaikan bahwa keterampilan mengolah produk perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola usaha agar produk yang dihasilkan dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.

“Penerapan manajemen yang benar sangat penting untuk kelangsungan usaha. Produk yang baik harus didukung pengelolaan usaha yang baik agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” katanya.

Ketua PKK Gampong Lamnga, Desi Mayanti, menutup rangkaian kegiatan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan pengolahan pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan berbasis potensi lokal.