Universitas Syiah Kuala

USK Hadirkan Narasumber Berpengalaman untuk Tingkatkan Akreditasi Jurnal Nasional

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menggelar Workshop Peningkatan Akreditasi Jurnal Nasional. Kegiatan ini  dibuka Kepala LPPM USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 31 Agustus 2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja LPPM USK Tahun 2026 ini mengusung tema “Konsistensi, Substansi, dan Manajemen OJS untuk Peningkatan Akreditasi Jurnal Nasional”. Adapun pesertanya adalah  para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan USK secara luring dan daring.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI) USK, Dr. drh. Hafizuddin, M.Si., bertindak sebagai moderator, dengan menghadirkan Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.  Prof. Parmin merupakan Editor-in-Chief Jurnal Pendidikan IPA Indonesia terbitan Universitas Negeri Semarang (Unnes), anggota Tim Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) Ditjen Saintek, serta saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Untidar).

Dalam pemaparannya, Prof. Parmin menyampaikan bahwa peningkatan akreditasi jurnal ilmiah perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan jurnal ilmiah nasional yang semakin cepat. Pengelola jurnal perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap konsistensi penerbitan, kualitas substansi artikel, tata kelola editorial, serta pengelolaan Open Journal Systems (OJS).

Workshop ini juga menjadi ruang bagi pengelola jurnal USK untuk melakukan refleksi terhadap hasil penilaian akreditasi jurnal periode 2025, memahami berbagai tantangan dalam pengelolaan jurnal, serta menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai simulasi penilaian akreditasi jurnal tahun 2026, sehingga pengelola dapat mempersiapkan jurnal dengan lebih baik sebelum mengikuti proses akreditasi.

Salah satu materi penting yang disampaikan Prof. Parmin adalah berbagai hal yang dapat menyebabkan jurnal tidak lolos Desk Evaluation (DE) dalam proses akreditasi. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian pengelola jurnal antara lain: Frekuensi penerbitan tidak sesuai dengan data e-ISSN,  adanya artikel yang diterbitkan tanpa melalui proses review, perbedaan nama jurnal dengan data yang tercantum pada e-ISSN, Etika publikasi tidak ditemukan atau tidak dicantumkan secara jelas pada laman jurnal.

Lalu username dan password yang diberikan untuk proses evaluasi tidak valid,  Dewan editor belum memenuhi ketentuan, termasuk berasal dari paling sedikit dua lembaga, dan Website jurnal tidak dapat diakses pada saat proses penilaian.

Prof. Parmin juga menekankan pentingnya pengelola jurnal untuk mencantumkan etika publikasi serta kebijakan penggunaan kecerdasan artifisial (AI) secara jelas pada laman jurnal. Aspek teknis seperti aksesibilitas website dan validitas akun yang digunakan dalam proses evaluasi juga perlu dipastikan.

Menurutnya, pengelolaan jurnal tidak hanya berkaitan dengan menerbitkan artikel, tetapi juga memastikan seluruh proses editorial berlangsung secara konsisten, transparan, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Melalui workshop ini, para pengelola jurnal diharapkan dapat melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh terhadap jurnal masing-masing, mulai dari konsistensi penerbitan, kualitas dan substansi artikel, tata kelola editorial, etika publikasi, komposisi dewan editor, hingga pengelolaan OJS.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya USK dalam memperkuat ekosistem publikasi ilmiah dan meningkatkan kualitas serta reputasi jurnal yang dikelola di lingkungan universitas.

Kegiatan ditutup oleh Prof. Dr. Yunisrina Qismullah Yusuf, S.Pd., M.Ling., selaku Wakil Kepala Bidang Manajemen Riset dan Pengabdian. Melalui kegiatan ini, USK terus mendorong para pengelola jurnal untuk membangun tata kelola penerbitan yang konsisten, berkualitas, transparan, dan berkelanjutan.

“Sehingga jurnal-jurnal di lingkungan USK tidak hanya mampu memenuhi standar akreditasi nasional, tetapi juga memiliki daya saing dan reputasi yang semakin kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Prof. Yunisrina.