Universitas Syiah Kuala (USK) melalui tim pengabdian masyarakat menghadirkan inovasi ramah lingkungan di SMPN 6 Banda Aceh dengan memanfaatkan residu rumah tangga menjadi produk bermanfaat. (Banda Aceh, 23 Agustus 2025).
Dalam program yang tersebut, para guru dilatih untuk mengolah limbah organik menjadi eco enzym, kemudian diformulasikan dengan Nilam Aceh untuk menghasilkan sabun cair ramah lingkungan.
Sabun hasil inovasi ini dikembangkan dalam dua bentuk, yakni sabun cuci tangan untuk siswa dan guru, serta sabun cuci piring untuk peralatan makan sekitar 900 warga sekolah. Pemanfaatan ini diyakini mampu menghemat biaya pembelian sabun hingga jutaan rupiah per tahun jika diterapkan secara berkelanjutan.
Program ini diprakarsai oleh Latifah Hanum (dosen kimia lingkungan FKIP USK), Erlidawati (dosen bioteknologi sekaligus pendamping kewirausahaan mahasiswa USK), dan Ridha Siregar (dosen FEB USK bidang manajemen). Mereka berkolaborasi menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar bagi sekolah.
Sebagai narasumber pelatihan, hadir Dr. Sulastri, praktisi eco enzym yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam memproduksi cairan serbaguna tersebut. Ia membimbing langsung para guru mulai dari proses fermentasi eco enzym hingga cara mencampurkannya dengan minyak atsiri Nilam Aceh.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 96 guru SMPN 6 Banda Aceh. Kepala sekolah, Syarifah Narghis, juga hadir dan terlibat langsung dalam setiap tahap, mulai dari sosialisasi, demonstrasi produksi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program. Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen memperluas gerakan ini ke sekolah mitra dalam zonasi, termasuk SD dan MIN binaan.
Tim pengabdi USK menekankan bahwa program ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi diarahkan menjadi gerakan berkelanjutan. Ridha Siregar akan membantu menyiapkan manajemen dan branding produk sabun, sementara Erlidawati mendukung dari sisi administrasi usaha agar produk dapat dipasarkan secara legal ke masyarakat. SMPN 6 Banda Aceh juga berencana menampilkan sabun inovatif ini di galeri produk sekolah sebagai salah satu ciri khas menuju predikat Sekolah Adiwiyata Model.
Melalui kolaborasi antara pengabdi USK, guru, dan kepala sekolah, inovasi sabun cair berbasis Nilam Aceh dan eco enzym ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kebersihan warga sekolah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya mengolah limbah menjadi produk bermanfaat serta menjaga lingkungan sejak dini.