USK Hadirkan Bank Sampah Unit Asrama

Universitas Syiah Kuala secara resmi meluncurkan Bank Sampah USK Unit Asrama, sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah dan membangkitkan kesadaran menjaga lingkungan  khususnya di kalangan mahasiswa USK.  Grand Launching Bank Sampah ini turut dihadiri Wakil Rektor I USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Kopma A UPT Asrama USK. (Banda Aceh, 7 April 2021).

Kehadiran Bank Sampah ini merupakan inisiasi dari para mahasiswa yang merupakan peserta kuliah Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan (PKL). Mahasiswa yang berasal dari  Fakultas Kelauatan dan Perikanan ini dibimbing oleh Dosen Pengampu Dr. Sulastri, M.Si.

Prof. Marwan dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif lahirnya Bank Sampah ini. Mengingat kehadiran Bank Sampah seperti ini bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap upaya bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, Prof. Marwan menilai inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pekerjaan menanggulangi sampah bukanlah pekerjaan kotor, seperti yang banyak orang duga selama ini. Tapi justru inilah pekerjaan orang-orang yang cerdas, yaitu orang yang mengerti bagaimana semestinya merawat lingkungan.

“Sampah-sampah ini nantinya juga bisa kita manfaatkan. Jadi ini bukan pekerjaan kotor atau jorok, tapi ini justru pekerjaan orang-orang pintar,” ucapnya.

Sementara itu Sulastri mengungkapkan, Bank Sampah ini merupakan wujud nyata atas kepedulian mahasiswa untuk menjaga lingkungan. Menurutnya, kesadaran untuk menjaga bumi bersifat universal. Semua orang harus merasa terpanggil untuk bertanggung jawab menjaga bumi ini.

 Hal ini sekaligus sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan atas berbagai karunia yang telah diberikan untuk manusia.

“Bentuk syukur itu tidak cukup dengan kata Alhamdulillah, tapi harus dengan aksi nyata dengan memelihara bumi,” ujarnya.

Untuk itulah, ia mengajak mahasiswa PKL ini untuk melakukan aksi nyata melalui Bank Sampah ini. Harapannya, hal ini nantinya dapat menjadi role model sehingga bisa ditiru oleh siapapun.

“Selain itu, para mahasiswa ini bisa menjadi agen perubahan untuk menyelamatkan lingkungan di manapun mereka berada,” ucapnya.

Koordinator Bank Sampah USK Rama Herawati mengatakan, pihaknya sengaja mendirikan Bank Sampah ini di lingkungan asrama mahasiswa. Pasalnya, di tempat ini terdapat 1.700 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas dan latar belakang. Dengan jumlah yang besar tersebut, tentu saja volume sampah yang mereka hasilkan juga akan besar.

Untuk itulah, jika kesadaran untuk mengurangi sampah ini lahir dari benak mereka, maka hal tersebut bisa memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap volume sampah di lingkungan USK.

“Karena itu fokus kita ke asrama, sebab mahasiswanya banyak. Jika mahasiswanya gak beres, nanti kampusnya juga gak beres. Di sinilah dulu kita benahi,” ujarnya.

Secara teknis, program Bank Sampah ini menyebut mahasiswa sebagai nasabahnya. Sebab mereka nantinya bisa mendapatkan uang dari sampah yang mereka kumpulkan.

 Di mana setiap minggu yaitu mulai pukul 8 – 10 pagi yang merupakan hari menabung, para mahasiswa datang dengan membawa sampah yang telah mereka pilah ke Bank Sampah ini. Lalu, sampah tersebut akan ditimbang dan dicatat dalam sebuah pembukuan.

Kepala UPT. Asrama USK Dr. Amiruddin, M.Kes juga menyambut baik kehadiran Bank Sampah ini. Pihaknya merasa sangat bersyukur karena Bank Sampah ini sangat membantu pihaknya dalam upaya pengelolaan sampah di lingkungan asrama ini.

Amiruddin juga menegaskan komitmennya agar program Bank Sampah ini bisa berjalan optimal di lingkungan asrama USK ini.

“Terima kasih telah memilih asram ini sebagai tempat Bank Sampah. Kami siap memberikan dukungan dan membantu agar program ini berjalan baik,” ucapnya.

Leave a Reply