Universitas Syiah Kuala

USK – GDOU Kerjasama Penelitian Padi Air Asin di Tiongkok

Universitas Syiah Kuala (USK) mencetak sejarah baru dalam upaya ketahanan pangan nasional dengan menjalin kerjasama strategis bersama Guangdong Ocean University (GDOU) Tiongkok. Kolaborasi ini resmi dimulai menyusul kunjungan delegasi USK ke Tiongkok pada 20–23 November 2025, dengan fokus utama pada pengembangan dan pemuliaan padi toleran air asin atau yang dikenal sebagai padi air asin.

Kesepakatan ini lahir dari urgensi besar. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, menghadapi ancaman peningkatan lahan salin yang telah mencapai lebih dari 3,2 juta hektare, sebuah angka yang diperkirakan terus bertambah akibat perubahan iklim dan degradasi pesisir. Mengadopsi keberhasilan Tiongkok, yang varietas padi air asinnya mampu berproduksi hingga 9 ton per hektar di lahan salin, inovasi ini bukan lagi sekadar pilihan melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stok pangan.

Dalam pertemuan di GDOU, kedua institusi tidak hanya menandatangani nota kesepahaman formal, namun langsung menyepakati dimulainya penelitian bersama. Fokus penelitian akan diarahkan pada pemuliaan varietas yang secara spesifik sesuai dengan kondisi pesisir Aceh dan Indonesia umumnya.

“Komitmen GDOU dalam kolaborasi ini sungguh luar biasa, jauh melampaui formalitas akademik. Universitas di Tiongkok tersebut setuju untuk menyediakan pembiayaan penuh berupa beasiswa bagi satu calon mahasiswa PhD dan dua calon mahasiswa master dari USK,” tutur Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan.

Beasiswa ini disiapkan untuk intake September 2026, dan akan memfokuskan studi pada pertanian pesisir dan pemuliaan tanaman padi yang tahan terhadap salinitas tinggi.

Langkah progresif USK ini digerakkan oleh sinergi tiga tokoh kunci: Prof. Sabaruddin yang bertindak sebagai motor ilmiah di bidang pemuliaan tanaman adaptif; Prof. Dr. Ir. Marwan, Rektor USK, yang memberikan dukungan kelembagaan di tingkat strategis; dan Prof. Irham dari Fakultas Kelautan dan Perikanan yang berperan sebagai jembatan akademik internasional.

“Kerjasama jangka panjang USK-GDOU ini memiliki makna strategis yang mendalam bagi dunia akademik Indonesia,” ujar Rektor.

Pertama, ini menandai pergeseran orientasi kolaborasi USK dari model studi singkat menjadi penguatan kapasitas ilmiah internal melalui pendidikan tingkat lanjut (PhD dan Master). Kedua, fokus riset pada padi toleran salinitas memosisikan USK sebagai pusat pengembangan pertanian pesisir di Indonesia, memanfaatkan Aceh sebagai laboratorium alami.

Ketiga, pendanaan penuh dari GDOU menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi ini didasarkan pada komitmen ilmiah yang kuat, bukan sekadar basa-basi diplomatik. Melalui langkah ini, USK berharap dapat memberikan solusi nyata terhadap tantangan ketahanan pangan di wilayah pesisir.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/