Universitas Syiah Kuala (USK) dan Wadhwani Foundation memberikan Pelatihan dan Sertifikasi Internasional Penguatan Keterampilan bagi dosen Pengajar Kewirausahaan di USK, yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 September 2024 di ICT Taiwan USK. (Banda Aceh, 24 September 2024)
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara USK dan Wadhwani Foundation, sebuah lembaga internasional yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan dan keterampilan. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama dari Wadhwani Foundation, yaitu Dion Dewa Barata (Senior Program Manager) dan Dita Mayasari (Program Manager). Kedua narasumber membimbing para peserta menggunakan program aplikasi Ignite X, sebuah program baru yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang baru berusia satu bulan namun sudah menunjukkan potensinya dalam mendukung proses pembelajaran kewirausahaan.
Pelatihan ini diikuti oleh 40 dosen yang mengajar mata kuliah kewirausahaan dan bidang serupa pada semester ganjil tahun ajaran 2024-2025, dengan 35 peserta berasal dari USK dan 5 peserta dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Dalam penutupan acara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menyampaikan harapannya bahwa pelatihan ini mampu membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran mata kuliah kewirausahaan.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini akan mampu mengubah pembelajaran mata kuliah kewirausahaan selama ini menjadi lebih produktif lagi,” Ucap Mustanir.
Ia juga menambahkan dengan adanya kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE), seluruh tenaga pengajar diharapkan mampu menghasilkan output yang terukur. “Harapannya, mahasiswa kita ke depan sesuai dengan visi USK akan memiliki kemampuan berwirausaha yang kuat,” tambahnya.
Kepala Bagian Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya USK dalam menguatkan ekosistem kewirausahaan di kampus, dengan harapan dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi bisnis baru dari kalangan dosen dan mahasiswa.
Salah satu peserta pelatihan, Dr. Nasrul Zaman, dosen di USK, memberikan testimoni bahwa pelatihan ini sangat relevan dan diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam kelas-kelas kewirausahaan di kampus. “Pendekatan yang digunakan sangat menarik, terutama penggunaan AI dalam penyusunan rencana bisnis, yang tentunya bisa mempercepat dan mempermudah proses pembelajaran,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Aji Sofiana Putri, S.T., M.Arch, dosen dari ISBI, juga menyampaikan bahwa ia mendapatkan banyak pelajaran baru dari pelatihan ini. “Modul-modul yang disampaikan sangat bermanfaat dan bisa diimplementasikan di ISBI. Saya berharap pelatihan serupa bisa terus berlanjut,” katanya.