Di tengah upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana, Universitas Syiah Kuala kembali menegaskan komitmennya di panggung internasional. Melalui koordinasi Office of International Affairs (OIA), USK bekerja sama dengan Universiti Tun Abdul Razak sukses menyelenggarakan Summer Course bertema Community-Based Disaster Risk Reduction (CBDRR): Strengthening Local Resilience through Participatory Approaches.
Program yang berlangsung sejak 20 April hingga 3 Mei 2026 ini memadukan metode pembelajaran daring (online) dan luring (onsite).
Kegiatan tersebut turut didukung oleh Program World Class University (WCU) USK melalui pendanaan EQUITY sebagai bagian dari langkah berkelanjutan universitas dalam memperluas internasionalisasi dan memperkuat jejaring global.
Sebanyak 25 peserta dari kedua universitas ambil bagian dalam program ini. Selama dua pekan pelaksanaan, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman akademik mengenai kebencanaan, tetapi juga diajak menyelami pengalaman nyata tentang bagaimana masyarakat membangun ketahanan di tengah ancaman bencana alam.
Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Muhamad Safwan Bin Zulkifli yang memberikan materi melalui paparan dan diskusi interaktif bersama peserta. Dari pihak USK, dua akademisi turut memperkaya wawasan peserta melalui kajian ilmiah yang spesifik di bidang mitigasi bencana dan ilmu kelautan, yakni Dr. Yunita Idris serta Haekal Azief Haridhi.
Beragam isu strategis dibahas selama program berlangsung, mulai dari mitigasi bencana, perubahan iklim (climate change), praktik-praktik terbaik (best practices), strategi pengurangan risiko, hingga inisiatif lokal dalam menghadapi potensi bencana. Suasana pembelajaran semakin hidup ketika peserta terlibat dalam studi kasus dan kerja kelompok (group work) yang dirancang untuk mengasah kemampuan analisis serta penyusunan solusi berbasis komunitas.
Tak hanya berlangsung di ruang kelas, Summer Course ini juga membawa peserta menelusuri jejak sejarah tsunami Aceh sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Para peserta mengunjungi sejumlah lokasi penting di Banda Aceh, seperti Museum Tsunami Aceh, gedung escape building, kuburan massal korban tsunami, PLTD Apung, Masjid Raya Baiturrahman, hingga situs ikonik Boat on the Roof. Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata tentang dahsyatnya bencana tsunami sekaligus pentingnya mitigasi yang berkelanjutan.
Peserta juga mengunjungi Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, gampong tangguh bencana, Gampong Nusa, Museum Aceh, hingga Pulau Sabang. Melalui kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai praktik lokal yang telah dikembangkan masyarakat Aceh dalam membangun ketahanan menghadapi risiko bencana.
Program Summer Course kemudian ditutup melalui Closing Ceremony yang diisi dengan presentasi hasil kerja kelompok peserta. Dalam sesi tersebut, masing-masing kelompok memaparkan hasil analisis serta solusi yang mereka rumuskan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, USK dan UniRazak berharap kolaborasi akademik antarnegara dapat semakin erat, sekaligus meningkatkan kesadaran serta kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan kebencanaan melalui pendekatan berbasis komunitas dan partisipasi masyarakat.