Universitas Syiah Kuala

USK dan UGM Sepakat Bangun Kolaborasi KKN Peduli Bencana untuk Pemulihan Aceh

Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat membangun kolaborasi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peduli Bencana dalam rangka mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Kesepakatan tersebut berlangsung di Rektorat USK, Senin (2/1/2026).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. menyampaikan bahwa USK siap berkolaborasi dalam penerjunan mahasiswa KKN Peduli Bencana. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini USK telah mengirimkan sekitar 1.050 mahasiswa untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai lokasi di Aceh.

“Pada fase awal pascabencana, USK mengirimkan tim untuk membantu pelayanan tenaga medis di rumah sakit. Selain itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Mapala juga terlibat dalam pembangunan jembatan darurat untuk mendukung akses masyarakat,” ungkap Mustanir.

Ia menambahkan, memasuki bulan ketiga pascabencana, proses pemulihan dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan akibat keterbatasan sumber daya dari pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan jangka panjang, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mengajak tim peneliti dari UGM dan USK untuk bersama-sama mengolah data lapangan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran. Dengan data yang akurat, kita bisa menentukan prioritas dan saling mendukung dalam pelaksanaan program,” pungkasnya.

Sementara itu dari UGM hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito, ia menyampaikan bahwa UGM saat ini telah menerjunkan 30 mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana yang ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara. Selain itu, UGM juga menurunkan mahasiswa FISIPOL sebagai relawan pendidikan untuk membantu pemulihan sektor sosial masyarakat terdampak.

“Saat ini UGM telah menurunkan 30 mahasiswa KKN PPM di Pidie Jaya dan Aceh Utara, serta 11 mahasiswa FISIPOL sebagai relawan pendidikan. Sebelumnya, tim kerja dan relawan UGM juga telah melakukan pelayanan medis, pemasangan alat penjernih air, alat deteksi banjir, hingga pembangunan ratusan hunian sementara,” ujar Arie.

Arie menegaskan bahwa UGM terbuka untuk membangun KKN kolaboratif bersama USK, termasuk kerja sama antar relawan di lapangan. Menurutnya, banyak teknologi tepat guna yang dapat diterapkan untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat pasca bencana, seperti teknologi panen air hujan dan sistem mitigasi berbasis komunitas.

“Pemulihan pasca bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, mengingat keterbatasan sumber daya dan waktu. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak menjadi sangat penting. UGM juga selalu menggandeng Kagama untuk mendukung kelancaran program di lapangan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Satgas Respon Senyar USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc.

dan Kepala Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM Wirastuti Widyatmanti, Ph.D., Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., serta anggota pengurus Kagama Aceh Sylvia Agustina.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/