Universitas Syiah Kuala

USK dan RUMAN Aceh Perkuat Keterampilan Pelajar Cegah Penyakit Infeksi

Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh memperkuat literasi kesehatan dan keterampilan peserta didik dalam mencegah penyakit infeksi. Kegiatan yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK Tahun Anggaran 2026 ini melibatkan peserta didik Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) RUMAN Aceh. (Banda Aceh, 12 September 2026).

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM BPB), dengan tema Peningkatan Keterampilan Masyarakat Sekolah dalam Pencegahan Penyakit Infeksi melalui Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer.

Kegiatan diawali dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya pentingnya kebersihan tangan sebagai salah satu langkah sederhana dalam memutus rantai penularan penyakit infeksi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan hand sanitizer yang tepat, kemudian dilibatkan secara langsung dalam pelatihan pembuatan hand sanitizer melalui pendekatan learning by doing.

Ketua tim pengabdi, apt. Fajar Fakri, S.Farm., M.S.Farm., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pengetahuan kesehatan dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab menurutnya, edukasi kesehatan tidak berhenti pada pengetahuan. Peserta juga perlu memahami alasan pentingnya kebersihan tangan, mengetahui cara penggunaan hand sanitizer yang tepat, sekaligus memiliki pengalaman membuatnya secara langsung.

“Dengan pendekatan praktik, kami berharap kesadaran dan kemandirian dalam menerapkan PHBS dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Fajar Fakri.

Menurut Fajar, keterampilan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dapat menjadi bagian penting dari budaya hidup sehat apabila dipahami dan dipraktikkan secara konsisten, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.

Ketua Lembaga RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan keterampilan praktis memberikan nilai tambah bagi peserta didik PKBM RUMAN Aceh. Sebab dirinya menilai, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik PKBM RUMAN Aceh karena mereka mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Arif.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas apt. Fajar Fakri, S.Farm., M.S.Farm., Ir. Akmal Muhni, S.T., M.T., apt. Yunda Fachrunniza, S.Farm., M.Sc., dan Mirdha Iryana, S.Farm., serta melibatkan mahasiswa Farmasi dalam pelaksanaan edukasi dan pendampingan praktik.

Selain meningkatkan pengetahuan mengenai PHBS dan pencegahan penyakit infeksi, pelatihan diarahkan untuk membangun keterampilan peserta melalui pengalaman langsung dalam proses pembuatan hand sanitizer. Interaksi antara tim pengabdi, mahasiswa, mitra, dan peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang partisipatif dan aplikatif.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya melalui penguatan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, dan peningkatan kapasitas masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.