Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Pertamina Foundation kembali mengukuhkan komitmennya dalam membangun kemandirian energi masyarakat pesisir melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) di Desa Lampuyang, Pulo Aceh.
Kegiatan ini berlangsung pada 19 hingga 23 Juni 2025 dan menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa awardee Sobat Bumi Pertamina Scholarship yang terus berupaya memberikan solusi energi berbasis terbarukan untuk desa-desa terpencil di Indonesia.
Desa Lampuyang merupakan salah satu dari 17 desa di Kecamatan Pulo Aceh, yang terletak di Pulau Breuh, Kabupaten Aceh Besar. Desa ini dihuni oleh 173 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 787 jiwa, di mana sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dalam aktivitas melaut, khususnya di malam hari, nelayan sangat bergantung pada penerangan.
Menjawab kebutuhan tersebut, DEB USK membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berfungsi sebagai fasilitas pengisian aki. Aki-aki tersebut kemudian digunakan oleh para nelayan sebagai sumber penerangan utama ketika mereka melaut pada malam hari, menggantikan sumber energi berbasis fosil yang sebelumnya mahal dan sulit diakses.
Pelaksanaan DEB USK tahun ini membawa peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Tim yang terdiri dari 15 mahasiswa penerima beasiswa Sobat Bumi dan dua teknisi dari jurusan teknik mesin berhasil menambah jumlah panel surya dari empat menjadi tujuh unit. Peningkatan tersebut turut mendongkrak kapasitas daya dari 1.400 Watt-peak (Wp) menjadi 3.050 Wp.
Dengan peningkatan daya ini, jumlah aki yang dapat diisi setiap harinya pun meningkat dari empat menjadi delapan unit, dengan durasi operasional pengisian selama delapan jam per hari. Perluasan kapasitas ini merupakan bentuk tindak lanjut atas evaluasi tahun sebelumnya yang menyoroti tingginya kebutuhan energi di kalangan nelayan.

Untuk menjamin keberlanjutan operasional PLTS, tim DEB USK juga menyusun skema arus kas atau cash flow yang berguna bagi Local Heroes selaku tim pengelola PLTS. Melalui sistem ini, hasil kontribusi dari pemanfaatan PLTS akan dikelola guna mendukung biaya perawatan, perbaikan, dan pengembangan instalasi di masa mendatang.
Sebagai bagian dari dukungan langsung kepada masyarakat, DEB USK juga menyerahkan sembilan unit aki baru kepada para nelayan yang membutuhkan pengganti atas aki lama yang telah aus atau rusak, sehingga operasional mereka saat melaut tetap berjalan tanpa hambatan.
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan bahwa USK akan terus mendukung program pembangunan di wilayah Aceh Besar, khususnya yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut telah dibuktikan dengan kolaborasi berkelanjutan bersama Pertamina Foundation melalui program DEB sejak 2023. Di sisi lain, Kepala Desa Lampuyang, Jamaluddin, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini dan menyebut bahwa keberadaan PLTS merupakan langkah awal menuju kemandirian energi desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Program Desa Energi Berdikari USK terus menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir dalam menjawab tantangan keterbatasan energi di wilayah terpencil. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan energi terbarukan, serta dukungan penuh dari perguruan tinggi dan mitra strategis, program ini membuktikan bahwa transisi energi yang adil dan berkelanjutan dapat diwujudkan hingga ke pelosok negeri.