USK dan Enam Instansi Semarakan Bulan Merdeka Belajar

Universitas Syiah Kuala bersama enam instansi di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi kolaborasi untuk menyemarakan Bulan Merdeka Belajar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan tahun 2024 mulai tanggal 24 – 26 Mei 2024.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Martunis, S.T., D. E. A di Museum Tsunami Aceh. (Banda Aceh, 25 Mei 2024).

Instansi yang terlibat tersebut adalah USK, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, LLDIKTI Wilayah XIII Banda Aceh, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh, Balai Bahasa Provinsi Aceh, dan Museum Tsunami Aceh.

Kepala BPMP Aceh Dr. Muhammad Anis, M.Pd mengatakan Bulan Merdeka Belajar ini adalah acara puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan tersebut meliputi seminar, webinar, beberapa lomba dan kegiatan lainnya. Adapun pada kegiatan puncak ini menyajikan seminar, pameran dan pagelaran kreativitas lainnya.

“Apa yang ditampilkan di pameran itu adalah  capaian, gambaran dari seluruh episode merdeka belajar yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat,” ucapnya.\

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Prof. Dr. Mustanir, M.Sc mengatakan Merdeka Belajar adalah ikhtiar pemerintah untuk melakukan transformasi Pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Generasi unggul yang dimaksud adalah, generasi emas Indonesia yang kreatif, inovatif, memiliki daya saing global serta berkarakter nilai-nilai Pancasila. Kehadiran generasi unggul ini sangatlah penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Oleh sebab itu, kita yang hadir hari ini khususnya tujuh institusi yang bernaung di bawah Kemendikbudristek, memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan program Merdeka Belajar tersebut.

“Kolaborasi antar institusi ini sangatlah penting agar program Merdeka Belajar ini dapat terwujud sesuai dengan yang kita harapkan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh mengatakan Pemerintah Aceh menyambut baik kegiatan ini. Karena acara ini adalah bentuk kesungguhan kita dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Provinsi Aceh.