USK dan BSSN Kerja Sama Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

Universitas Syiah Kuala bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan kerja sama terkait pemanfaatan sertifikat elektronik. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BSSN Chrisyanto Noviantoro dengan Wakil Rektor IV USK, Prof. Dr. Hizir di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 18 Maret 2021)

Chrisyanto menjelaskan, kerja sama ini sebagai bentuk dukungan  BSSN terhadap keamanan penyelenggaraan sistem elektronik di lingkungan akademisi, yaitu melalui penggunaan sertifikat elektronik yang diwujudkan dalam tanda tangan elektronik.

 “Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyelenggarakan Sistem Elektroniknya secara andal dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selanjutnya Chrisyanto mengungkapkan, untuk menjamin berlangsungnya sistem elektronik ini dibutuhkan dukungan keamanan yang prima. Di antaranya adalah, harus dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keautentikan, kerahasiaan, dan keteraksesan informasi elektronik dalam sistem elektronik tersebut.

“Keberadaan sertifikat elektronik diharapkan dapat menjadi sarana dalam penjaminan keabsahan dan keutuhan dokumen elektronik, untuk menjamin keberlangsungan kegiatan akademik,” tuturnya.

Adapun keunggulan tanda tangan elektronik ini adalah, dapat dilakukan di mana saja dan prosesnya cepat. Chrisyanto menilai, hal inilah yang kemudian dapat mendukung transformasi digital dalam dunia akademisi yang hingga saat ini terus meningkat.

“Identitas digital yang ikut menempel bersama dengan tanda tangan elektronik yang dibubuhkan, memperkuat dukungan penjaminan keabsahan dokumen yang ditandatangani,” ujarnya.

Untuk itulah, BSSN berkomitmen menyediakan kebutuhan sertifikat eletronik melalui Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), yang merupakan salah satu dari Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang sudah diakui.

Sertifikat Elektronik yang diterbitkan oleh BSrE memuat identitas digital sebagai penjaminan keabsahan tanda tangan elektronik yang dibubuhkan, ditambah dengan dukungan aspek kriptografi yang kuat untuk menjamin tanda tangan elektronik tidak mudah dan tidak dapat dipalsukan.

“Kami berharap penerapan sertifikat elektronik pada sistem elektronik di USK mampu memaksimalkan pelaksanaan tugas dan fungsinya, serta ikut berperan dalam menjaga keamanan siber di wilayah Republik Indonesia,” harapnya.

Sementara itu Prof. Hizir menyambut baik kerja sama ini. Ia meminta dukungan BSSN agar tanda tangan elektronik dapat berjalan baik di USK. Beberapa hal yang segera ingin dilaksanakan USK yakni, diaplikasikan untuk ijazah, segala surat menyurat, keterangan mengajar oleh dosen, transkrip nilai, pengusuhan beasiswa, dan angka kredit dosen, termasuk pula laporan hasil penelitian.

Alhamdulillah, jadi nanti hampir semua yang selama ini manual, akan kita lakukan secara elektronik.” kata Prof. Hizir.

Berhubung masih tahap awal, Prof. Hizir meminta pendampingan dari BSSN setidaknya sampai Juni 2021. Rencananya, ada 300 pejabat USK yang namanya nanti akan tertera dalam sertifikat elektronik.

Prof. Hizir menyadari, inovasi ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya mengurangi penggunaan kertas. Koordinasi dan penyusunan dokumen pun bisa secara elektronik, sehingga tidak perlu mencetak dokumen.

“Jadi ini sangat relevan dengan semangat USK yang telah menerapakan konsep kampus hijau, Go Green!” Pungkasnya.

Leave a Reply