USK Beri Pembekalan 83 Calon Dosen Pembimbing Lapangan KKN

Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan pembekalan kepada 83 calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata tahun 2024. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Ruang VIP AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 22 Mei 2024).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK Prof. Dr. Mudatsir, M. Kes mengatakan pembekalan ini untuk mempersiapkan DPL yang akan terjun pada kegiatan KKN periode 25 dan 26. Para DPL tersebut merupakan usulan dari Fakultas masing-masing yang sebelumnya telah diminta secara resmi oleh LPPM.

“Pembekalan ini penting agar kita lebih siap mengikuti KKN. Selain itu, sebagian dari DPL ini adalah DPL baru sehingga banyak informasi yang perlu mereka ketahui terkait pelaksanaan KKN ini,” ucapnya.

Rencananya, KKN kali ini akan dilaksankan pada awak Juli 2024 di Kabupaten Aceh Besar, dengan jumlah mahasiswa sekitar 1.500 mahasiswa. Mereka akan disebar pada 250 desa yang ada di Aceh Besar.

Oleh sebab itu, Mudatsir mengajak seluruh peserta pembekalan ini untuk mengikuti kegiatan ini sebaikmungkin agar pelaksanaan KKN nantinya berjalan lancar dan sesuai tujuan.

Adapun pemateri pada kegiatan ini adalah Guru Besar dari Universitas Gajah Mada Prof. Dr. Ir. Ambar Kusmandari, M.E S,. IPU yang menyampaikan materi Kiat Sukses Menjadi DPL, serta Metode Pembimbing KKN dan Diskusi.

Selanjutnya, Rektor menyampaikan terima kasih atas kesediaan para dosen USK tersebut untuk menjadi bagian dari pelaksanaan KKN kali ini. Rektor menilai keberadaan DPL ini sangatlah penting untuk membimbing atau membantu mahasiswa saat mereka mengabdikan dirinya di masyarakat.

Rektor mengatakan, jumlah peserta KKN tahun ini memang menurun jika dibandinkan KKN pada periode sebelumnya. Hal ini karena banyak kegiatan akademik lainnya yang bentuk luarannya seperti KKN. Misalnya kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Meskipun jumlahnya berkurang, namun Rektor berharap kualitas KKN di lapangan harus terus meningkat.

Sebab Rektor menilai, program KKN ini sangatlah penting untuk membantu masyarakat dalam mengatasi persoalannya. Adapun permasalahan tersebut di antaranya adalah masalah kemiskinan ataupun stunting, khususnya Aceh yang kondisinya masih begitu memprihatinkan.

“Maka melalui pembekalan KKN ini kita harapkan bisa meningkat mutu atau kualitas KKN USK dari periode sebelumnya,” ucap Rektor.