Universitas Syiah Kuala menggelar konferensi internasional The 6th Syiah Kuala International Conference on Medical Health Science, yang bersamaan dengan The 1st Koetaradja International Neurology Update (1st KIANU) mulai tanggal 25 – 28 Juli di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 26 Juli 2024).
Konferensi internasional yang menghadirkan para pakar kesehatan dunia tersebut, membahas tantangan dan peluang dalam menghadapi inovasi serta transformasi ilmu kedokteran.
Ketua Panitia Prof. Dr. dr. Endang Mutiawati, Sp.S(K) mengatakan, konferensi internasional ini menghadirkan sekitar 800 peserta secara luring dan 200 peserta lainnya secara daring. Kegiatan ini juga melaksanakan 13 workshop yang membahas berbagai isu kesehatan. Termasuk pula 15 plenary.
“Untuk itulah, kami ucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu kedokteran,” ucapnya.
Adapun keynote speaker konferensi internasional ini adalah Global Head Lead Department of Family Medicine dari University Canada Lita Cameron, M.Sc (Oxon), MD, CCFP. Lalu Prof. Dr. Fong Choong Yi dari Department of Paediatrics Universitas Malaya, Prof. Zubaidah Jamil Osman selaku President of Malaysian Association for The Study of Pain, dan Hendra Saputra Ismanto, Ph.D yang merupakan peneliti pada lembaga Penelitian Penyakit Mikroba di Osaka University.

Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Safrizal Rahman mengatakan, USK patut berbangga atas terselenggaranya konferensi internasional ini. Mengingat kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan dan dukungan USK dalam menghadapi tantangan ilmu kedokteran.
“Perkembangan ilmu kedokteran begitu cepat. Inovasi-inovasi bidang kedokteran terus bermunculan. Semua itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita. Maka forum ini mendorong kita untuk lebih siap menghadapi semua itu,” ucapnya.
Selanjutnya, Rektor menyambut baik atas terselenggaranya konferensi internasional ini. Sebab sektor kesehatan berperan penting dalam mendukung kesejahteraan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi tangan global yang dinamis.
Oleh sebab itu, USK sangat mendukung inovasi dalam ilmu kedokteran sebagai upaya bersama untuk mendukung kualitas kesehatan di masyarakat dan global. Apalagi saat ini perkembangan teknologi telah memberikan peluang besar dalam mewujudkan inovasi-inovasi layanan kesehatan.
Misalnya, bagaimana kemajuan kecerdasan buatan dan data analisis telah mendukung layanan kesehatan yang lebih prediktif. Di mana saat ini kita bisa mendeteksi penyakit sedini mungkin.
“Saya yakin konferensi internasional ini menjadi platform kita bersama untuk berbagi pengetahuan, baik di kalangan dokter, akademisi, mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan inovasi bidang kesehatan,” ucap Rektor.