Universitas Syiah Kuala mengapresiasi hadirnya program Sekolah Garuda di Provinsi Aceh, sebagai sebuah inisiatif strategis nasional untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan dan mempercepat akselerasi talenta unggul di seluruh Indonesia.
Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menilai, kehadiran Sekolah Garuda di Aceh diharapkan mampu memberi kontribusi penting terhadap upaya peningkatan mutu SDM Aceh. Di Aceh, SMAN 10 Fajar Harapan menjadi salah satu dari 12 sekolah terpilih secara nasional sebagai Sekolah Garuda Transformasi tahun 2025. Sekolah ini akan mendapatkan pendampingan akademik intensif, pelatihan kepemimpinan, serta pembinaan karakter agar para siswanya mampu bersaing ditingkat global.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun Sekolah Garuda Baru di Aceh Utara pada tahun 2026 sebagai bagian dari perluasan program di wilayah barat Indonesia.
“Ini sebuah program yang baik sekali. Tentu kita berharap, Sekolah Garuda bisa melahirkan talenta unggul di Aceh. Dengan demikian, mereka bisa memberi kontribusi penting nantinya bagi pembangunan Aceh,” ucap Rektor.
Pada peluncuran Sekolah Garuda di Aceh ini turut dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka, sebagai bagian dari pengenalan serentak Sekolah Garuda di 16 titik di seluruh Indonesia.
“Sekolah Garuda bukan sekadar sekolah unggulan, tetapi laboratorium masa depan bangsa. Dari sini, lahir generasi yang menguasai sains dan teknologi, berjiwa kepemimpinan, dan berakar kuat pada nilai-nilai Indonesia,” tutur Isyana Bagoes Oka.
Sebelumnya, program Sekolah Garuda telah diluncurkan secara resmi oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini terdiri atas dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, yang dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan berkualitas dari wilayah perkotaan hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru serta pembinaan 80 Sekolah Garuda Transformasi di berbagai daerah.
Dalam agenda bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul” yang diselenggarakan serentak di 16 wilayah Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan perwujudan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten.
“Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: penyeimbang akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, inkubator kepemimpinan bagi generasi emas 2045, serta pendidikan berkualitas yang berpadu dengan pengabdian masyarakat,” ujar Menteri Brian.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Garuda bukan hanya proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berdaya saing global, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
“Kita ingin melahirkan Garuda-Garuda muda, para petarung yang siap bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Kalau negara lain bisa, Indonesia pun harus bisa,” tegasnya.