Proses penjajakan pengajian bagi mahasiswa oleh Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) tahun 2014 sudah dimulai. Lebih dari 5.000 orang mahasiswa telah terdaftar dalam program akademik tersebut, Rabu (10/9). Kegiatan tersebut berlangsung selama enam hari sejak 8-13 September 2014.
Program penjajakan khusus diikuti oleh seluruh mahasiswa muslim di Masjid Jamik Kampus dan di musala-musala yang ada di fakultas masing-masing. Kegiatan akademik tersebut diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan pada Sabtu 6 September 2014.
Pada pembukaan UP3AI, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, B.C., dalam kata sambutannya menyampaikan, dilihat dari sisi akademik, program UP3AI merupakan prasyarat agar mahasiswa lulus mata kuliah Pendidikan Agama. Tanpa kelulusan dari program UP3AI, mahasiswa tidak diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah Pendidikan Agama pada semester berikutnya.
“Dari sisi akademik, program UP3AI sangat penting. Para pimpinan Unsyiah menargetkan semua mahasiswa bisa lulus dalam program UP3AI. Itu juga kewajiban kita sebagai umat Islam. Tidak ada tawar-menawar. Semua umat Islam dituntut agar bisa membaca Alquran serta beribadah dengan baik dan benar. Tim UP3AI, khususnya para mentor, akan mengajarkan para mahasiswa tentang tata cara beribadah melalui pelajaran Praktik Ibadah,” jelasnya.
Doktor lulusan Jepang itu mengatakan, para dosen merupakan orangtua mahasiswa di Unsyiah. “Kami menginginkan anak-anak kami menjadi generasi yang saleh. Pastinya orangtua kandung dan wali mahasiswa pun menginginkan hal yang sama.”
Di samping tujuan akademik, keinginan hakiki dari program UP3AI adalah mewujudkan mahasiswa yang berakhlak mulia. Mahasiswa Unsyiah ditempa untuk menjadi insan yang berpotensi di bidang akademik, kemahasiswaan, serta keagamaan.
“Tim UP3AI nantinya akan membina dan mendampingi para mahasiswa agar terciptanya mahasiswa yang berakhlak mulia. Sesuai dengan motto UP3AI, yaitu menuju pendidikan berakhlak. Rencananya, Unsyiah akan memberlakukan cara baru untuk mendampingi mahasiswa baru melalui program adik asuh dan kakak asuh. Setiap kakak leting akan mendampingi lima orang adik leting,” sebutnya.
Selanjutnya, tambah Alfian, “Kami berharap semua mahasiswa dapat menjalankan syariat Islam secara kaffah. Bertemanlah dengan teman-teman yang baik. Pilihlah kawan yang dianggap mampu membawa kita kepada kebaikan. Jauhi kawan-kawan, abang, atau kakak leting yang menjerumuskan kita kepada keburukan.” Apalagi beberapa tahun akhir muncul aliran-aliran sesat di Aceh. Semua mahasiswa harus cerdas mengamati paham-paham yang dianggap menyimpang. Apabila ada keanehan-keanehan, segera jauhi dan laporkan. Tidak boleh ada kegiatan yang berlawanan dengan syariat Islam.[rz-be]
UP3AI Dibuka, Penjajakan Pun Dimulai
- Category: Kabar USK