
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 tahun 2019. Direncanakan kegiatan ini akan berlangsung pada 28 Juli-4 Agustus 2019 di kampus Unsyiah.
Ketua Umum MTQMN Ke-16 yang juga Wakil Rektor Unsyiah Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Alfiansyah Yulianur BC, mengatakan ada 15 cabang yang akan diperlombakan. Diperkirakan kegiatan ini diikuti 2.500 peserta dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Para peserta ini diinapkan di asrama mahasiswa Unsyiah yang berkapasitas sekitar 3.500 orang. Nanti dari asrama ke tempat lomba, panitia menyediakan shuttle bus.
Selain itu, kegiatan MTQMN juga dimeriahkan dengan expo, pameran, lomba, pementasan, dan kegiatan lainnya. Bahkan, tambah Alfiansyah, pihaknya berencana untuk melibatkan peserta dalam pembacaan Asmaul Husna untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
“Mahasiswa UIN juga kita undang. Pembukaannya kita rencanakan pada Minggu (28/7) malam di Lapangan Tugu, Darussalam.”
Alfiansyah bercerita awal mula Unsyiah terpilih sebagai tuan rumah MTQMN 2019. Hal ini bermula saat MTQMN ke-15 di Malang, Jawa Timur, tahun 2017 lalu. Saat itu, ada lima kampus yang mengajukan diri sebagai calon rumah MTQMN tahun 2019. Kelima kampus tersebut adalah Unsyiah, Universitas Palangkaraya Kalimantan Tengah, Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan, Universitas Patimura Ambon, dan Universitas Bangka Belitung.
Unsyiah melakukan pendekatan dan meminta empat kampus lain tidak lagi mengajukan diri sebagai tuan rumah. Hingga akhirnya Unsyiah terpilih dengan dikeluarkan surat dari Kemenristekdikti tentang penunjukkan tuan rumah MTQMN Ke-16.
Alfiansyah berharap kegiatan ini berlangsung sukses dan lancar. Ia berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, terutama civitas akademika Unsyiah. (Humas Unsyiah/fer)