Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperingati Isra’ Mi’raj 1436 H, bertempat di masjid Jamik Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (17/05).
Mengambil tema “Salat Mi’rajnya Kaum Muslimin”, BKM Unsyiah menghadirkan penceramah, Ustaz Mijaz Iskandar, Lc. LLM, beliau saat ini tercatat sebagai dosen pada Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh.
Acara yang dimulai dari jam 09.00-12.00 WIB ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen dan juga pihak rektorat, seperti Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, Pembantu Rektor IV bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Nazamuddin dan juga Ketua BKM Unsyiah, Prof. Dr. Mustanir Yahya.
Dalam arahannya, Dr. Alfiansyah mengatakan hari-hari libur bukanlah saat bagi mahasiswa untuk bermalas-malasan dalam beraktivitas belajar, apalagi soal agama. Muslim sejati adalah orang yang terus berhijrah dari kebiasaan buruk kepada hal yang baik.
“Hari ini kita melihat antusias aktivitas mahasiswa dalam memperingati isra’ mi’raj. Artinya, semua orang ingin berhijrah ke arah yang lebih baik dan bermakna,” sebutnya.
Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual malam hari Nabi Muhammad SAW sekian abad lalu yang fantastik dan dramatik. Melalui dua etape perjalanan, yaitu dari Masjidil haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dan kedua, adalah etape dari Masjidil Aqsa lalu rasul melanjutkan ek Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.
Ustaz Mijaz menyebutkan Isra Mi’raj ini sudah dikenal pada masa rasul, namun para ulama setelahnya barulah menamai dengan penyebutan Isra’ Mi’raj.
“Yang menamakan isra dan mi’raj adalah ulama, karena proses itu tadi,” ucapnya
Beliau menambahkan hanya Tuhan yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan. Maka, Allah menyuruh untuk terus beribadah, menyakini keberadaan-Nya, seperti saat seorang hamba mengerjakan ibadah salat.
“Ketika sudah melebihi ilmu, maka harus terus mencari dan mendaki ilmu berikutnya,” pungkasnya
Di langit ketujuh, Nabi Muhammad menjadi imam salat pertama kali, nabi-nabi terdahulu pun menjadi para makmunya. Setelahnya, barulah rasul pergi sendiri ke sidratul muntaha. Disinilah beliau menerima wahyu langsung dari Allah tentang perintah mengerjakan ibadah salat lima waktu.
“Orang yang tidak mau salat, berarti kita telah memalukan Nabi Muhammad,” kata Ustaz Mijaz
Ditambahkannya ibadah salat adalah satu-satunya ibadah langsung dengan Allah. Dimana, saat itulah manusia selaku hamba benar-benar melakukan komunikasi langsung dengan-Nya.
“Kata nabi, jika kamu tidak bisa melihat Allah ketika salat. Maka, yakinlah Allah melihatmu ketika salat. Jika kita ingin terus meyakini dan takut kepada Allah, khusyuklah ketika salat. Kita yakin, akan mampu memi’rajkan diri,” ungkap Ustaj Mijaz dihadapan peserta yang juga turut dihadiri masyarakat sekitar.
Diakhir ceramahnya, Ustaz Mijaz menyebutkan Isra’ Mi’raj ini adalah proses perbaikan diri, proses hijrah dari hal-hal buruk ke hal baik dan terus melakukan ibadah salat dalam rangka mencegah kemungkaran. “Memi’rajkan hati, sangat baik ketika malam hari,” tutupnya. [mrt]
Unsyiah Peringati Isra’ Mi’raj
- Category: Kabar USK