
Segenap civitas Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Tugu, Kopelma Darussalam. Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Nazamuddin, MA. dan dihadiri oleh para Dekan Unsyiah, Kepala Biro, dosen serta para pegawai Unsyiah lainnya. Jumat,(28/10).
Dalam pidatonya, Dr. Nazamuddin, MA. membacakan langsung naskah pidato dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi yang menjelaskan bahwa berdasarkan data demografi Indonesia saat ini, jumlah pemuda Indonesia dengan range usia 16-30 tahun berjumlah 61,8 juta orang atau 24,5 % dari total jumlah penduduk Indonesia.
“Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan bonus demografi. Di mana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini,” ucap Dr. Nazamuddin,MA.
Bonus demografi tersebut, lanjut WR IV, bisa menjadi windos of opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara, untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan.
“Sebagai contoh, hari ini kita juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang start up, yang omzet-nya mengundang decak kagum pebisnis online dunia. Ada Nadiem Makarim pendiri Go-Jek, ada Ahmada Zaky CEO Buka Lapak dan ratusan CEO muda lainnya,” ujar WR IV.
Oleh sebab itu, melalui Hari Sumpah Pemuda ini, Menpora mengatakan bahwa hari ini adalah momentum yang tepat untuk membangkitkan kembali semangat para pemuda Indonesia untuk memajukan bangsa ini melalui sumbangsih pemikirannya.
“Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan,” pungkas WR IV Unsyiah. (Ib)