Tim Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang dipimpin oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Humas Unsyiah, Dr. Nazamuddin, SE, MA mengunjungi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh dalam rangka silaturrahmi media. Kunjungan tersebut disambut oleh Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, SE, M.Si bersama pengurus inti PWI Aceh di kantornya, Senin (10/10).
Tarmilin dalam sambutannya menyampaikan, PWI selalu terbuka kepada siapa pun yang ingin bersilaturrahmi. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk menjalin kerjasama, terutama untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Kami mengusulkan supaya ada kerjasama antara Unsyiah dengan PWI yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kerjasama itu bisa dalam bentuk bantuan pendidikan bagi wartawan yang ingin melanjutkan studinya di Unsyiah. PWI dan Unsyiah adalah keluarga besar yang telah menjalin hubungan selama puluhan tahun,” pungkasnya.
Ketua PWI juga menyebutkan, sebelumnya pengurus PWI Aceh pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Humas Unsyiah di antaranya almarhum Teuku Syarif Alamuddin, Sm. Hk dan Drs. Abdul Wahab, M.Si. Selain itu, Tarmilin mengingatkan agar instansi pemerintah agar mengenali wartawan yang datang untuk mencari informasi. Setiap wartawan dibekali dua identitas yaitu, kartu identitas perusahaan media dan kartu identitas organisasi wartawan.
“Semua wartawan harus memiliki dua kartu tersebut. Kalau tidak ada, boleh tidak melayaninya. Sekarang semua wartawan wajib terdaftar di salah satu organisasi wartawan. Ada 3 organisasi yang sudah diverifikasi oleh Dewan Pers yaitu, PWI, AJI, dan IJTI. Kemudian wartawan yang kompeten juga harus sudah lolos Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Seiring munculnya wartawan abal-abal, hanya melalui UKW-lah mereka dapat ditertibkan,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, Drs. HA Dahlan TH menambahkan, setelah era reformasi lahir 66 organisasi wartawan. Namun, hanya tiga lembaga yang terverifikasi Dewan Pers yakni PWI, AJI, dan IJTI. Sedangkan mengenai media online yang terus menjamur, menurutnya hanya 211 media online yang terverifikasi Dewan Pers.
Wakil Rektor IV Unsyiah yang didampingi Kepala Humas Unsyiah, Husni Friady, ST, MM menjelaskan, dirinya akan meneruskan usulan PWI untuk melanjutkan kerjasama secara formal, terutama di bidang peningkatan kapasitas. Pertemuan seperti ini sangat penting, karena Unsyiah dan PWI merupakan dua lembaga yang berpengaruh bagi masyarakat. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama.
“Di samping itu, Unsyiah juga sangat terbuka kepada seluruh elemen masyarakat termasuk wartawan. Unsyiah tidak pernah menghambat informasi. Jika ada hambatan silahkan laporkan kepada pimpinan Unsyiah. Menurut kami berbagi informasi adalah penting dan dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi, sudah seharusnya Unsyiah itu terbuka,” ujar Dr. Nazamuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim Humas Unsyiah dan pengurus PWI di antaranya, Iranda Novandi (Wakil Ketua Bidang Pendidikan), T. Haris Fadhillah (Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan), HT. Maimun Umar (Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan), Ramadansyah (Wakil Ketua Bidang Kerja Sama), Aldin Nainggolan (Sekretaris), Muhammad Saman (Wakil Sekretaris), Azhari (Bendahara), Yasran (Kabid Berita), Drs. HT Anwar Ibrahim (Penasihat), dan Bambang Maladi (anggota PWI).
Editor: Reza Fahlevi